Berita Kaltara

Belasan WNI Ingin Masuk ke Malaysia oleh Calo Secara Ilegal Berhasil Digagalkan Tim Polres Nunukan

Polres Nunukan merilis kasus tindak pidana keimigrasian dengan mengungkap 6 perkara percobaan penyelundupan WNI ilegal ke Malaysia, rerata oleh calo

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Pers rilis oleh Polres Nunukan sejumlah kasus beserta barang bukti diamankan Mako Polres Nunukan, Senin (05/12/2022) pagi. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Polres Nunukan merilis kasus tindak pidana keimigrasian dengan mengungkap 6 perkara percobaan penyelundupan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di Malaysia, di Mapolres setempat Senin (05/12/2022).

Setidaknya belasan WNI ilegal diamankan oleh petugas mereka di lapangan, rata-rata perorangan yang dilakukan oleh para calo. Hal itu sampaikan Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto.

Sementara WNI yang telah menggunakan jasa calo berasal dari beberapa provinsi di Indonesia. Diantaranya Sulawesi Selatan (Sulsel), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ricky katakan sejumlah calo menawarkan jasa mereka untuk memfasilitasi WNI masuk ke Malaysia secara ilegal dengan harga yang bervariasi.

"Sebagian besar WNI yang kami amankan dari Sulsel dan NTT. Dari enam kasus ini, paling rendah tawaran jasa calo kepada WNI paling rendah Rp500.000," kata Ricky Hadiyanto kepada TribunKaltara.com, pukul 14.00 Wita.

Ia menjelaskan kasus pertama terjadi pada 26 November 2022 di Dermaga Tradisional Pangkalan Haji Putri, Nunukan Timur.

Baca juga: Nekat Selundupkan 4 WNI Ilegal Masuk Malaysia, IRT di Nunukan Diamankan Tim Polsek Sebatik Barat

Baca juga: Pria Malaysia Diamankan Imigrasi Nunukan Tak Miliki Paspor Masuk Indonesia, Modus Niat Ketemu Istri

Terduga pelaku seorang laki-laki inisial H (46), warga Gang Kakap RT 17, Kelurahan Nunukan Timur.

Terduga pelaku tertangkap tangan ketika berupaya memfasilitasi dan memberangkatkan 5 WNI ke Malaysia tanpa dokumen paspor.

"Sebanyak 5 WNI itu berasal dari Sulsel. Mereka terdiri dari orang dewasa dan 2 anak-anak. Barang bukti yang kami amankan 1 unit handphone dan uang tunai Rp500 ribu," ucapnya.

Terhadap terduga pelaku dipersangkakan Pasal 120 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian subsider Pasal 81 jo Pasal 69 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Kasus kedua, masih di TKP dan hari yang sama Polres Nunukan mengamankan terduga pelaku 2 orang laki-laki.

Inisial K (45) alamat Jalan PDAM, RT 08, Sei Pancang, Sebatik Utara. Lalu berikutnya inisial A (43), alamat Jalan Ahmad Yani RT 07, Sei Pancang, Sebatik Utara.

"Ada 5 WNI asal Sulsel juga. Terdiri dari 4 orang dewasa dan 1 anak-anak. Modus operandi juga sama seperti kasus pertama. Barang bukti sebuah surat cuti yang dikeluarkan oleh perusahaan di Malaysia, dan 2 unit handphone," ujar Ricky.

Kasus ketiga, pengungkapan oleh Polsek Sebatik Barat dengan TKP di Dermaga Bambangan, Sebatik Barat pada 2 Desember 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved