Berita Palangkaraya

Bahaya Paham Radikalisme, Polda Kalteng Minta Masyarakat Bentengi Diri Dengan Nilai Pancasila

Perkembangan bahaya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian Polda Kalteng di Bumi Isen Mulan ini, dibentengi nilai pancasila dan agama

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan B
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Kismanto Eko Saputro. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polda Kalteng terus mengingatkan masyarakat, terkait banyaknya penyebaran paham radikisme dan terorisme di Kalimantan Tengah.

Pasalnya paham tersebut tak dapat diprediksi kapan datang dan menyebarnya di tengah khalayak.

Serta betapa berbahayanya paham tersebut jika masyarakat tidak menyaring kembali informasi dan ajaran yang diterima terlebih dahulu.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto, melalui Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, perkembangan bahaya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian utama Polri, khususnya Polda Kalteng.

“Setiap orang berpotensi terpapar paham radikalisme dan terorisme, yang mana hal tersebut membahayakan jika tak ditelaah lebih lanjut,” ungkapnya, pada Senin (5/12/2022).

Kabid Humas Polda Kalteng pun menjelaskan, sejumlah faktor pemicunya, seperti politisasi agama, pemahaman ajaran agama yang menyimpang, dan faktor ekonomi.

Baca juga: 8 Tersangka Pembunuhan Anggota Polda Kalteng di Ponton Palangkaraya Diringkus Polisi

Baca juga: Melalui Tim Satgas Ditreskrimum Polda Kalteng Berkomitmen Berantas Mafia Tanah

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kalteng agar selalu meningkatkan proteksi terhadap diri sendiri dan keluarganya dari paham-paham yang menyimpang,” imbau Kombes Pol Eko.

Ia melanjutkan masyarakat diminta untuk memperlahari pemahaman agama, dengan benar dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara.

Tak lupa kebhinekaan serta persatuan dalam keberagaman yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat.

“Saya juga mengimbau agar selalu waspada terhadap paparan radikalisme yang merambah ke digital melalui media sosial yang hingga saat ini masif terjadi,” imbaunya.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Kalteng menegaskan, bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh negara.

Kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat sangat berperan penting dalam menjauhkan generasi muda dari pemahaman sesat.

Baca juga: Ini Penyebab Penusukan Pria Terhadap Temannya di Wisma Kemala Bhayangkari Polda Kalteng

Baca juga: Ini Penyebab Penusukan Pria Terhadap Temannya di Wisma Kemala Bhayangkari Polda Kalteng

“Saya berharap, masyarakat dapat mencerna suatu informasi di media sosial, sebagai benteng diri sendiri dari pemahaman yang sesat,” harapnya.

Ia mengatakan paham radikalisme biasanya dikemas dengan ajakan tindakan kekerasan yang dibenarkan.

Serta adanya propaganda dalam melawan pemerintahan yang sah melalui tindakan radikal oleh sekelompok orang.

Kombes Pol Eko menjelaskan, tidak ada tindakan kekerasan yang dibenarkan, baik dalam agama maupun hukum di Indonesia.

“Mari kita bentengi diri dari paham radikalisme dan terorisme dengan memperkuat keumanan, serta menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Kombes Pol Kismanto Eko Saputro. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved