Berita Kalbar

8 Warga Kalbar Korban Human Trafficking di Thailand, Awalnya Dijanjikan Jadi Karyawan Gaji Besar

Delapan orang warga Kalbar diduga menjadi korban Human trafficking setelah dipekerjakan di luar negeri setelah sebelumnya dijanjikan di gaji besar.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. 8 orang warga Kalbar diduga menjadi korban Human trafficking setelah dipekerjakan di luar negeri. Sebelumnya mereka dijanjikan bekerja sebagai karyawan swalayan dengan gaji besar, namun faktanya berbeda, saat mereka sudah berada di Thailand nasibnya malah terkatung-katung. 

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK -8 orang warga Kalbar diduga menjadi korban Human trafficking setelah dipekerjakan di luar negeri atau di Laos Thailand.

Kabarnya, sebelumnya mereka dijanjikan bekerja sebagai karyawan swalayan dengan gaji besar, namun faktanya berbeda, saat mereka sudah berada di Thailand nasibnya malah terkatung-katung.

Bahkan janji mendapatkan pekerjaan sebagai karyaan swalayan, malah dijadikan sebagai scamer untuk bisnis investasi bodong.

Sejumlah pemuda warga Kota Pontianak tersebut menjadi korban perdagangan orang (Human Trafficking) dan saat ini terlunta-lunta di Thailand.

Para pemuda Kota Pontianak itu ditawari pekerjaan sebagai karyawan swalayan di negara Laos dengan gaji Rp12 juta, ternnyata yang didapati tidak demikian.

Dalam proses pekerjaannya, bila tidak mencapai target para pekerja tidak diberi makan serta mendapatkan berbagai perlakuan tidak manusiawi.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Banjarmasin, Tewas Tertabrak Mobil Tubuh Surawi Tergeletak di Tengah Jalan

Baca juga: Penadah dan Pencuri Sepeda Motor di Pontianak Ditangkap, Ranmor Hilang Saat Parkir Depan Kos

Baca juga: Kecelakaan di Cempaka Banjarbaru Kalsel, Hilang Kendali Pemotor Meninggal Tabrak Tiang Listrik

Baca juga: Kebakaran di Jalan Junjung Buih Palangkaraya, Api Hanguskan 3 Bangunan Rumah Berbahan Kayu

Ditemui Tribun Pontianak di jalan Hijas Pontianak, Penasehat Hukum para korban dugaan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), Agustiawan yang datang bersama perwakilan dua orang tua korban menyampaikan bahwa putra-putra mereka telah diberangkatkan bekerja di Laos dan diperlakukan tidak manusiawi.

Ia mengungkapkan bahwa ada 8 warga Kalbar yang diberangkatkan ke Laos pada tanggal 19 Oktober 2022.

"Mereka ini awalnya dijanjikan kerja di Minimarket dengan gaji 12 Juta bila dirupiahkan, namun ternyata mereka dipekerjakan menjadi Scamer, investasi kripto bodong," ujar Agus sambari menjelaskan pada Sabtu 3 Desember 2022.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, sebelumnya para pemuda di Kota Pontianak tersebut di tawari pekerjaan oleh seorang yang diduga agen dengan gaji fantastis serta tanpa biaya kepengurusan paspor dan sebagainya.

Lalu, pada bulan Oktober 2022 tersebut para pemuda asal Kota Pontianak itu berangkat menuju Laos.

Untuk menuju Laos, para korban diarahkan ke Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas terlebih dahulu untuk menunggu proses pembuatan pasport, lalu setelah paspor selesai mereka menuju Malaysia melalui perbatasan Aruk.

Dari Kuching, Malaysia mereka terbang ke Kuala Lumpur (KL), dari KL mereka lalu diterbangkan menuju Laos.

"Dari Kota Changrai Laos mereka melalui perjalanan darat lalu menyebarangi sungai ke lokasi di Provinsi Bokeo Laos dan disana mereka bertemu agen di wilayah Laos dan di sanalah dipekerjakan sebagai scamer dan diperlakukan tidak manusiawi, kalau tidak mencapai target mereka mendapat siksaan, dan tidak diberi makan," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved