Berita Palangkaraya

Ini Kata Keluarga Almarhum Aipda Andre Wibisono, Anggota Polda Kalteng Dikeroyok Hingga Hilang Nyawa

Keluarga almarhum Aipda Andreas Wibisono korban pengeroyokan di Kampung Ponton, Palangkaraya berharap agar tidak ada lagi kejadian serupa tejadi lagi

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Adik kandung almarhum Aipda Andreas Wibisono, anggota Polda Kalteng yang meninggal dunia diduga dikeroyok di kawasan Ponton, Palangkaraya, Sabtu (3/11/2202) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Keluarga almarhum Aipda Andre Wibisono korban pengeroyokan di Kampung Ponton, Palangkaraya berharap agar tidak ada lagi kejadian serupa terjadi lagi.

Adik Kandung almarhum, bernama Prabowo itu menuturkan, jika dampak narkoba sangat besar, bahkan sampai merenggut nyawa kakaknya yang bertugas sebagai personil Bid Dokes Polda Kalteng.

"Wajib dibersihkan (wilayah narkotika), saya harap tidak ada kejadian seperti ini, agar menjadi perhatian khusus," kata Prabowo, Sabtu (3/12/2022).

Pasalnya dia menilai, daerah Kampung Ponton adalah daerah yang rawan peredaran narkotika, sehingga dia meminta agar tidak ada lagi 'Andre Andre' yang lain lagi.

"Untuk para terduga pelaku yang sudah diamankan, untuk hukumannya saya menyerahkan kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Sementara itu, Polda Kalteng berhasil menangkap terduga pelaku yang melakukan penganiayaan anggota polisi, dipimpin langsung oleh Dirreskrimum.

Baca juga: Sosok Aipda Andre Wibisono di Mata Keluarga dan Rekan Kerja, Dikenal Pemberani dan Sayang Anak

Baca juga: Polisi Berpangkat Aipda Diduga Dibunuh di Kampung Ponton, Luka Tembak, Sayatan Sajam di Tubuh

8 orang diringkus di tempat kejadian perkara, jalan Rindang Banua Kampung Ponton, Palangkaraya, polisi pun membakar gubuk-gubuk yang diduga menjadi sarang narkotika.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko Saputro menuturkan, dua diantara pelaku tersebut didapati narkotika jenis sabu.

Selain itu  barang bukti parang dan kayu diamankan pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut, mengungkap misteri motif penganiayaan yang berujung kematian.

"Dari 8 tersangka yang berhasil kita amankan, 6 diataranya terlibat langsung pengeroyokan, lalu 2 lainnya ada barang sabu," kata Kombes Pol Eko Saputro.

Almarhum Aipda Andreas Wibisono di rumah duka jalan Marina Permai II, Palangkaraya, besok akan dimakamkan
Almarhum Aipda Andreas Wibisono di rumah duka jalan Marina Permai II, Palangkaraya, besok akan dimakamkan (Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto)

Keterangan sementara, korban yang merupakan personil Bid Dokes Polda Kalteng itu mengalami luka tembak softgun di bagian leher, sayatan dan pukulan benda tumpul.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Nanga Tangoi Kalbar, Dipicu Adik Korban Ganggu Adik Tersangka

"Korban meninggal di lokasi, Hasil visum ada 9 titik luka akibat dikeroyok, untuk motifnya masih didalami, pelaku masih diperiksa," bebernya.

Mengantispasi hal serupa terjadi, Polda Kalteng akan bersinergi dengan Polresta Palangkaraya, Polsek berpatroli seminggu sekali agar tidak munculnya Kampung Narkoba.

"Kita akan lakukan penertiban secara terus menerus, jangan sampai muncul lagi. ke depan kita rencanakan seminggu patroli di sana," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved