Berita Palangkaraya

600 Orang Pengidap HIV/AIDS di Palangkaraya, Terbanyak Swasta, Mahasiswa dan PNS

Di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sedikitnya yang terdata dari data akumulasi hingga 2022, terdapat 600 orang lebih mengidap HIV/AIDS

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
tribunkalteng.com/net
Hari AIDS se dunia jatuh pada 1 Desember. 600 orang terinfeksi penyakit berbahaya tersebut di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Hari AIDS sedunia 2022 mengingatkan masyarakat bahwa masih adanya virus, yang mematikan dan belum ditemukan obatnya yang mengancam jutaan nyawa manusia.

Di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sedikitnya yang terdata dari data akumulasi hingga 2022, terdapat 600 orang lebih mengidap HIV/AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Palangkaraya, Susi Idawati menuturkan penyumbang kasus terbanyak, dilihat dari pekerjaan adalah swasta, mahasiswa dan PNS.

Justru pekerja seks komersial menempati posisi ke 4 di bawah pekerjaan di atas, hal itu seakan memberikan peringatan jika penyakit tersebut seperti gunung es, semakin ke bawah semakin besar.

"Dari data yamg ada PNS menduduki urutan nomor 3, pekerja seksual masih dibawah kasus PNS atau honorer," kata Susi Idawati, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Hari AIDS se Dunia, Fairid Naparin Ajak Pola Hidup Sehat dan Jauhi Perilaku Menyimpang

Baca juga: Pengidap HIV-AIDS Kobar Meningkat, 15 Persen Penderita Adalah Kelompok Homo Seksual

Seperti diketahui, penularan HIV dapat melalui cairan tubuh tersebut antara lain darah, air mani, cairan pra-ejakulasi, cairan anus, cairan vagina, dan ASI.

Yang jalurnya antara lain, hubungan seksual tanpa kondom, jarum suntik bekas atau bergantian, ibu ke bayi sebelum dan massa kehamilan, seks oral.

Serta, transfusi darah dan cangkok organ, penggunaan mainan seks, tindikan, sulam alis, tato alis, dan sulam bibir.

Langkah Komisi Penanggulangan HIV/AIDS untuk mengantisipasi hal itu dikatakan, bekerja sama dengan layanan kesehatan dan puskesmas melakukan sosialisasi dan edukasi.

Baca juga: Penyebaran HIV/AIDS di Kotim, Penyimpangan Seksual LSL Jadi Faktor Utama Peningkatan Kasus

Baca juga: Ibu Rumah Tangga dan Kalangan Remaja Kalimantan Tengah Mendominasi Terjangkit HIV/AIDS

"Lalu diadakan konseling bisa di puskesmas maupun RSUD Doris Sylvanus, peningkatan nakes yang melayani HIV/AIDS," bebernya.

Pihaknya mengajak agar menghapus stigma pengidap ODHA yang mendiskriminasikan, dan dengan sadar menjaga diri agar terhindar dari penyakit tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved