Berita Palangkaraya

Gunung Mas Peringkat Pertama Tertinggi Kasus Stunting se-Kalteng, Capai 35,9 Persen di Atas Nasional

Gunung Mas menjadi peringkat pertama tertinggi kasus stunting seluruh Kalteng mencapai 35,9 persen di atas rata-rata nasional 27,4 persen

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Ilustrasi, Cegah stunting itu penting. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYAKalimantan Tengah masih belum bebas dari kasus stunting, dengan angka stunting masih di atas rata-rata nasional yakni 27, 4 persen.

Padahal pemerintah pusat meminta seluruh wilayah di Indonesia menekan angka stunting hingga 24,4 persen untuk tahun 2022 ini.

Bahkan lebih miris lagi, di Bumi Tambun Bungai ini, Kabupaten Gunung Mas menjadi peringkat pertama tertinggi kasus stunting seluruh Kalimantan Tengah.

Dengan persentasi berdasarkan hasil Studi Kasus Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, persentase stunting di Gunung Mas mencapai 35,9 persen, melebihi angka ambang batas nasional.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng Dadi Ahmad Roswandi.

“Benar berdasarkan SSGI 2021 memang kasus stunting yang paling tinggi di Kalimantan Tengah, Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Masuk 14 Besar Provinsi Angka Stunting Tinggi, Tahun 2024 Kalteng Ditarget Turun 16 Persen

Baca juga: 4 Desa di Kalteng Ditetapkan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Tantangan Penurunan Angka Stunting

Dadi mengatakan, ada sejumlah faktor tingginya angka stunting di Gunung Mas, diantaranya faktor geografis wilayah yang cukup jauh dan terpencil.

Minimnya pengetahuan stunting pada anak, serta pola makanan ataupun asupan gizi yang cukup atau seimbang.

“Termasuk pula dengan pola asuh dan pola asupan makanan bergizi, serta faktor lingkungan sehat,” bebernya.

Sementara di urutan keduanya adalah Kotawaringin Timur angka stunting mencapai 32, 5 persen.

Berbanding terbalik dengan Gunung Mas dengan angka stunting tertinggi, Kabupaten Lamandau menjadi daerah dengan angka kasus stunting paling rendah yakni 23,2 persen.

“Lamandau menjadi kabupaten terendah angka stuntingnya,” ucap Dadi.

Dadi menjelaskan, secara umum ada 2 faktor besar terjadinya stunting pada anak, yaitu, faktor langsung dan tak langsung.

Faktor langsung yang berhubungan dengan kondisi fisik anak ataupun ibu, yang biasanya ditandai dengan pola gizi, pola asuh ibu, air susu ibu, makanan tambahannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved