Kota Cantik

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Komitmen Sejahterakan Masyarakat dan Entas Kemiskinan

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin komitmen entas kemiskinan, melalui pembangunan SDM, infrastruktur, dan menggenjot perekonomian masyarakat

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Prokompky untuk Tribunkalteng.com
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin saat menghadiri rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Kalteng tahun 2022 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin komitmen entas kemiskinan, melalui pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur dan menggenjot perekonomian masyarakat.

Menghadiri rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Kalteng tahun 2022, bertempat di Aula Serbaguna Bappedalitbang, dia mengatakan, perlunya sinergi untuk mengentas kemiskinan.

"Makin tingginya sinergi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan masyarakat, serta didukung potensi sumber daya alam melimpah, Insya Allah dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," katanya, Senin (28/11/2022).

Sejumlah program telah dijalankan untuk mengentaskan kemiskinan, dari menggenjot sektor ekonomi masyarakat, hingga kualitas pendidikan di Palangkaraya yang berdampak pada SDM yang unggul.

BPS Kalteng mencatat prosentase kemiskinan Palangkaraya terendah ketiga 3,75 persen, posisi pertama Kabupaten Lamandau, kedua Kabupaten Sukamara di tahun 2021.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin saat diwawancarai awak media, beberapa hari lalu.
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin saat diwawancarai awak media, beberapa hari lalu. (Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto)

Sementara Kabupaten kemiskinan paling tinggi Seruyan mencapai 7,22 persen, urutan kedua Barito Timur 6,38 persen, selanjutnya Murung Raya 6,15 persen di tahun 2021.

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo mengatakan, tiga tahun terakhir Kalteng mengalami peningkatan kemiskinan

Yaitu 2020 sebesar 4,82 persen atau 134,594 ribu jiwa, 2021 sebesar 5,16 persen atau 141,03 ribu jiwa, dan 2022 sebesar 5,28 persen atau 145,10 ribu jiwa.

Memperhatikan kondisi tersebut, dia meminta kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Wakil Wali Kota/Wakil Bupati se-Kalteng, untuk terus berperan aktif.

Mengkoordinasikan dan merencanakan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan secara realistis dan sesuai dengan keadaan permasalahan yang dihadapi bersama. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved