Berita Kalbar

Debit Air Kecamatan Batang Lupar Kapuas Hulu Kalbar Meninggi, 20 KK Korban Banjir Terpaksa Mengungsi

Debit Air Kecamatan Batang Lupar Kapuas Hulu Kalbar Meninggi, akibatnya sebanyak 20 kepala keluarga (KK) Korban Banjir di lokasi itu pilih mengungsi.

Editor: Fathurahman
Dok.Tribunpontianak/Agus Pujianto
Seorang warga Desa Teluk Kelangsam, Kecamatan Sintang, mengayuh sampan bersama kedua anaknya pada Selasa 11 Oktober 2022 siang. Banjir luapan sungai kapuas dan Melawi di Kota Sintang, Kalimantan Barat, tidak hanya merendam pemukiman warga, tapi juga akses pendidikan. 

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS HULU - Debit iir Sungai Kapuas di Kecamatan Batang Lupar Kapuas Hulu Kalbar meninggi, akibatnya sebanyak 20 kepala keluarga (KK) Korban Banjir di lokasi itu pilih mengungsi.

Sebelumnya sejumlah kepala keluarga tersebut masih berusaha bertahan dengan harapan air yanng masuk ke dalam rumah turun, namun kenyattaanya malah naik sehingga mereka memilih mengungsi.

Para korban banjir mengungkapkan, tidak ada pilihan lain bagi mereka untuk tetap tinggal di rumah,karena kondisi air yang belum juga turun malah cendrung naik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, gunawan, menyatakan saat ini ada sebanyak ada 20 KK korban banjir di Kecamatan Batang Lupar yang harus mengungsi.

Baca juga: Seorang Ayah Tiri di Pontianak Kalbar Dibekuk, Cabuli Putrinya Masih di Bawah Umur Sejak Tahun 2021

Baca juga: Warga dan Pengungsi Terdampak Banjir Palangkaraya, Penuhi Posko Kesehatan Terserang Penyakit

Baca juga: Permukiman Warga Palangkaraya Terendam Banjir, Waspadai Ular dan Biawak Masuk ke Dalam Rumah

Baca juga: Selesaikan Persoalan Plasma Sawit, Bupati Kotim H Halikinnor Akan Libatkan Lambaga Adat

"Dimana ada 14 KK mengungsi di Balai Adat, 1 KK di Poskamling, 2 KK di Posyandu dan 3 KK di rumah keluarga. Jadi ada lebih 72 jiwa warga yang mengungsi, karena rumah mereka sudah tidak bisa ditinggali terdampak banjir," ujarnya, Jumat 25 November 2022.

Gunawan menjelaskan untuk korban yang mengungsi di Kecamatan Batang Lupar, BPBD bersama Dinas Sosial, telah meninjau langsung tempat lokasi pengungsian korban banjir tersebut.

"Kami langsung memberikan bantuan ke masyarakat yang mengungsi," ucapnya.

Sedangkan bantuan juga telah diberikan ke masyarakat yang mengungsi korban banjir tersebut, seperti sembako, selimut, kasur, makanan siap saji, keperluan bayi, air minum dan lain lain.

"Mudah-mudahan debet air danau di Kecamatan Batang Lupar berangsur surut, sehingga masyarakat kita cepat kembali beraktivitas seperti biasanya, karena memang banjir di daerah danau butuh waktu lama," ujarnya.

berishbdh
Pemerintah Daerah Kapuas Hulu melalui BPBD dan Dinas Sosial, saat menyerahkan bantuan ke masyarakat yang terdampak banjir, telah mengungsi, di Kecamatan Batang Lupar, Jumat 25 November 2022.  ISTIMEWA

Sedangkan berdasarkan data jumlah kecamatan yang masih terdampak banjir seperti, Batang Lupar, Badau, Bika, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Suhaid, Semitau, dan Silat Hilir.

"Ada 66 desa terdampak banjir, semua rata berada di pesisir hilir bantaran sungai kapuas, dengan kondisi saat ini sudah berangsur surut," ungkapnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul 72 Jiwa Korban Banjir di Batang Lupar Kapuas Hulu Telah Mengungsi, Warga Harap Banjir Segera Surut,

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved