Kota Cantik

Restocking 205 Bibit Ikan Lokal di Sungai Sebangau oleh Wakil Wali Kota Palangkaraya Umi Mastikah

Memperingati Hari Ikan Nasional ke-9. Pemerintah Kota Palangkaraya menggelar restocking atau penebaran bibit ikan lokal sebanyak 205 ekor bibit

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Secara simbolis Wakil Wali Kota Palangkaraya Hj Umi Mastikah melakukan restocking bibit ikan lokal di Sungai Sebangau, Kota Palangkaraya bersama instansi terkait, Kamis 924/11/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Memperingati Hari Ikan Nasional ke-9. Pemerintah Kota Palangkaraya menggelar restocking atau penebaran bibit ikan lokal sebanyak 205 ekor bibit ikan di Sungai Sebangau.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Palangkaraya Hj Umi Mastikah, dengan menebarkan biit ikan Bapuyu dan Gabus, Kamis (24/11/2022) pagi.

Kegiatan tersebut adalah upaya melestarikan ikan lokal yang terancam dari kepunahan, tak hanya itu, nelayan juga dapat memanen ikan dalam 7-8 bulan kedepan setelah ikan besar.

"Penyebaran bibit ikan sebanyak 205 ribu, terdiri dari 200 ribu Bapuyu dan 5 ribu ikan Gabus upaya melestarikan ikan lokal," kata Hj Umi Mastikah, kepada Tribunkalteng.com.

Bersama Dinas Perikanan Palangkaraya, Balai Perikanan Kalteng dan Karantina Ikan Palangkaraya, rombongan menyusuri air hitam menaiki perahu untuk melepasliarkan bibit ikan tersebut.

Menurutnya, ikan adalah salah satu kearifan lokal masyarakat di Palangkaraya, banyak jenis ikan lokal yang hidup Sungai Kahayan, Rungan dan Sebangau.

Kontrak Pemko Kamis 1
Wakil Wali Kota Palangkaraya Hj Umi Mastikah foto bersama dengan jajaran pegawai Dinas Perikanan Palangkaraya, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kamis (24/11/2022).

Dari jenis ikan Kakapar, Bapuyu, Saluang, Gabus, Tapah, Toman, Tabakang, Puhing, Pentet atau Lele sungai, Lais, Kihung, Karandang dan Baung.

"Tentu saja kita melestarikan kearifan lokal, ciri khas Kota Palangkaraya adanya Ikan, semua serba ikan. Kita lestarikan sinergi dengan berbagai pihak," jelasnya.

Koordinator Balai Perikanan Kalteng, Juliansyah mengatakan, jika upaya pelestarian ikan lokal penting dilakukan salah satunya dengan pelepasliaran bibit ikan.

"Artinya memperbarui ikan-ikan yang mulai sudah terancam punah, kita mengantispasi itu dan akan melakukan pengembangan," ungkap Juliansyah.

Pihaknya berharap kepada masyarakat bijak akan proses pengambilan ikan, jangan sampai merusak ekosistem yang telah ditetapkan undang-undang, seperti penyetruman dan bom ikan dan bersama-sama merawat kearifan lokal ikan tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved