Kobar Marunting Batu Aji

3 Ribu Petani Kobar Memiliki Kartu Tani, Kadis TPHP Sebut Sebagai Syarat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Diperkirakan petani Kobar yang memiliki kartu tani mencapai 50 persen, atau sekitar 3 ribuan orang nantinya digunakan untuk dapatkan pupuk subsidi.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Danang Ristiantoro
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kotawaringin Barat Kris Budi Hastuti saat menjelaskan terkait manfaat kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN -Sektor pertanian Kobar sedang jadi perhatian pemerintah setempat. Karena merupakan salah satu program yang sedang ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Diperkirakan petani Kotawaringin Barat yang telah memiliki kartu tani sudah mencapai 50 persen, atau sekitar 3 ribuan orang.

Dalam rangka memaksimalkan seluruh program dalam rangka peningkatan sektor pertanian tersebut, salah satunya yang bersentuhan langsung dengan petani, yaitu Kartu Tani untuk memudahkan petani dalam menerima pupuk subsidi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan atau Kadis TPHP Kobar Kris Budi Hastuti mengatakan, sudah lebih dari 50 persen petani di Kobar telah memiliki Kartu Tani.

"Untuk di Kobar ini sudah lebih dari 50 persen atau sekitar 3 ribuan petani sudah menggunakan Kartu Tani," ujarnya.

Baca juga: Meriahkan HUT ke 63 Kobar Diikuti 25 Tim, Plt Sekda Juni Gultom Buka Lomba Dayung di Sungai Arut

Baca juga: Sarana dan Prasarana Layanan Kesehatan Rumah Sakit Kalteng Ditingkatkan Dengan Alkes Baru

Baca juga: NEWS VIDEO, 2 Tersangka Dugaan Korupsi USB SMKN 3 Kumai, Masuk Lapas Kelas II B Pangkalan Bun

Baca juga: Gelaran Musisi Lintas Generasi Palangkaraya, Jadi Ajang Silaturahmi Musisi Legend dan Milenial

Penggunaan kartu tani sempat kurang  maksimal, tetapi mulai sekarang sudah dimaksimalkan. Bahkan, untuk Kobar tahun lalu atau tepatnya tahun 2021, merupakan pengguna paling besar tingkat nasional.

"Kobar pengguna paling besar tinggal nasional itu nomor 3, Kobar memang luar biasa," sebutnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan kebijakan yang baru dari Kementerian Pertanian, yang berhak mendapatkan Subsidi Pupuk adalah yang sudah mempunyai kartu Tani.

Untuk itu, kalau ada yang belum mempunyai kartu Tani atau sudah harus diperbarui, diharapkan segera menghubungi BRI, karena kartu Tani ini kan produknya BRI. Sehingga harus segera mendaftarkan ke BRI agar bisa segera dicetak.

"Kalau dulu meskipun belum punya kartu Tani masih bisa pakai KTP. Nah kalau sekarang sudah tidak bisa, makanya saya bilang kartu Tani harga mati," imbuhnya.

Kemudian, di kartu tani itu sudah ada besaran kuota Subsidi Pupuk untuk petani yang bersangkutan. Dan kuotanya itu disusun pada saat menyusun RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok),di awal tahun anggaran.

"Jadi Kelompok Tani ini menyusun kebutuhan pupuknya sesuai kebutuhannya," imbuhnya.

Dicontohkannya, misalnya seorang petani dari kelompok Tani A ini memiliki jatah 10 kg pupuk di Kartu Tani. Kemudian pada saat menebus hanya 1 kg, maka di kartu Tani tercatat kuota petani tersebut masih 9 Kg.

"Jadi kuota pupuk yang terpakai oleh petani itu terdeteksi. Sehingga sisa kuotanya atau saldonya masih atau tidak itu tercatat. Kartu Tani ini seperti ATM, jadi pembeliannya tidak tunia," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, KPU Kotim Sosialisasi Rekrutmen Badan Ad Hoc dan Aplikasi SIAKBA

Baca juga: Disdikbud Kobar Lestarikan Budaya Daerah, 44 Guru Susun Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar

Ia menambahkan, kebutuhan atau usulan pupuk itu disesuaikan luas tanaman di lahan mereka. Selanjutnya, untuk kuota akan ditetapkan nasional. Kemudian alokasi juga dilakukan berjenjang, nasional ke provinsi, lalu ke kabupaten dan baru ke kecamatan.

"RDKK itu tidak bisa 100 persen dipenuhi atau ter ACC, karena dari Pupuk Indonesia sendiri kuota yang diberikan hanya sekitar 50 persen dari kebutuhan kelompok tani itu, sehingga dari Dinas lah yang membantu kelompok tani tersebut," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved