Berita Kalsel

Alasan Cari Kerja Gelapkan Motor, Buruh Harian Lepas di Pelaihari Terancam 5 Tahun Penjara

Seorang buruh harian lepas di Pelaihari Tanahlaut Kalimantan Tengah terancam kurungan lima tahun, karena melakukan penggelapan sepeda motor.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Seorang buruh harian lepas di Pelaihari Tanahlaut Kalimantan Tengah terancam kurungan lima tahun, karena melakukan penggelapan sepeda motor. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI -Seorang buruh harian lepas di Pelaihari Tanahlaut Kalimantan Tengah terancam kurungan lima tahun, karena melakukan penggelapan sepeda motor.

Informasi terhimpun menyebutkan, buruh harian lepas berinisial MDS berusia 20 tahun warga RT 5 RW 3 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala)  tersebut awalnya beralasan  ingin mencari pekerjaan namun tidak ketemu.

Dia kemudian meminjam sepeda motor korban untuk pergi ke masjid jami, dan diantarkan anak korban, hingga akhirnya sepeda motor korban di bawa kabur ke Pelaihari.

Sedangkan anak korban dibiarkan ditinggalkan di pertengahan perjalanan dengan alasan pelaku pergi sendiri bawa motor tersebut ingin mendatangi bapak angkatnya, namun dalam waktu lama pelaku tak kunjung kembali sepeda motor korban dibawa kabur.

Baca juga: Curanmor di Masjid Jami Nurul Islam Palangkaraya, Terekam CCTV Pencuri Bawa Kabur Motor Jamaah

Baca juga: Warung Jablai Lingkar Selatan Sampit Menjamur, Wabup Kotim Irawati Ancam Beri Sanksi Adat

Baca juga: Kabur Saat Ingin Ditangkap, Pencuri 60 Tabung Gas dan Kendaraan di Kobar Dihadiahi Timah Panas

Akibat perbuatan pelaku, dia terancam hukuman penjara hingga lima tahun lamanya akibat ulahnya menggelapkan sepeda motor.

Informasi diperoleh banjarmasinpost.co.id, Selasa (22/11/2022), saat ini warga RT 5 RW 3 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), itu telah mendekam di sel tahanan Polsek Pelaihari.

Lelaki muda kelahiran Tapin 1 Februari 2002 yang berprofesi buruh harian lepas ini ditangkap Tim Kuda Sergap Polsek Pelaihari pada Senin dinihari kemarin, di wilayah Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar (Kalsel).

Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung perbuatan tersangka melanggar pasal 378 jo pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan.

"Tindak pidana tersebut diancam hukuman maksimal lima tahun penjara,” sebut Felly.

Ihwal kasus penggelapan motor roda dua tersebut, paparnya, terjadi pada Hari Minggu kemarin sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan A Yani Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar (Tala).

Saat itu, pelaku mendatangi korban--M Albach Rawanie (52)--di warung korban di RT 4 Desa Jilatan.

Tujuan pelaku untuk mencari pekerjaan, namun tidak mendapatkan yang diinginkan.

"Kepada korban, pelaku kemudian mengatakan ingin meminjam sepeda motor untuk pergi ke masjid jami di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar," papar Felly.

Desa Jilatan dan Tajaupecah, sama-sama berada di kawasan Jalan A Yani. Dari Jilatan ke Tajaupecah sekitar lima kilometer ke arah kota Pelaihari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved