Berita Kalbar

Luka Lebam Penuhi Jasad Bocah di Ketapang, Diduga Bekas Kekerasan Ibu Kandung Lapor Polisi

Seorang bocah di Ketapang Kalimantan Barat meninggal dunia diduga jadi korban tindak kekerasan. Sekujur tubuh bocah tersebut tampak banyak luka lebam.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Seorang bocah lelaki di Ketapang Kalimantan Barat meninggal dunia diduga jadi korban kekerasan. Sekujur tubuh bocah tersebut tampak banyak luka lebam saat di semayamkan, sehingga orang tua korban melaporkan ke polisi. 

TRIBUNKALTENG.COM, KETAPANG - Seorang bocah di Ketapang Kalimantan Barat meninggal dunia diduga jadi korban kekerasan.

Bocah  laki-laki  berinisial MF berumur 4 tahun 7 bulan tersebut selama ini tinggal bersama orang tua angkatnya .

Dia diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas, setelah orang tua kandungnya melihat adanya luka lebam di tubuh anaknya saat ingin di semayamkan.

Orang tua kandung korban bersama kepala desa dan warga merasa curiga dengan luka lebam di sekujur tubuh korban akhirnya dilaporkan kepada pihak berwajib.

Merasa kematian korban janggal orang tua anak lelaki malang tersebut melaporkan hal tersebut kepada Polsek Matan Hilir Selatan.

Baca juga: Banjir Tumbang Nusa Pulang Pisau, Pemilik Warung Pinggiran Jalan Trans Kalimantan Terpaksa Tutup

Baca juga: Penemuan Jenazah di Jalan Sempati 4 Palangkaraya, Polisi Tidak Menemukan Tanda Kekerasan

Baca juga: Pasutri Tewas Dibunuh di Palangkaraya, Tidak Ditemukan Kekerasan Seksual Pada Korban Perempuan

Baca juga: BLT BBM Kobar 2022 Disalurkan ke 1.250 KPM, Pj Bupati Sebut Untuk Ringankan Beban Warga

Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana, melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan IPDA Meinardus,  memberikan keterangan menyampaikan, kronologi peristiwa bermula saat orang tua kandung korban yaitu sdr DA (29) warga Kecamatan Matan Hilir Selatan, menerima informasi bahwa anaknya yaitu  MF telah meninggal dunia di rumah orang tua angkatnya di Kecamatan Singkup pada hari jumat 18 november 2022 sekira pukul 18.30 wib.

" Jadi korban MF ini sudah 9 bulan tinggal bersama sdr SA dan sdri DIA di Kecamatan Singkup untuk menjadi anak angkat. Dan pada hari jumat kemaren tanggal 18 november 2022, ayah angkat korban sdr SA menghubungi ayah kandung korban untuk memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia " ujar Kapolsek IPDA Meinardus, Sabtu 19 November 2022 Pukul 21.00 wib

Lebih jauh disampaikan Meinardus bahwa selanjutnya orang tua kandung korban langsung menjemput jenazah ke kecamatan singkup dan dibawa ke rumahnya di Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Saat akan di semayamkan dirumah duka, orangtua kandung korban bersama warga terkejut dengan kondisi tubuh jenazah korban yang penuh dengan luka lebam.

" Temuan ini langsung dilaporkan orang tua korban bersama kepala desa setempat ke Polsek Matan Hilir Selatan dan saat ini kami bersama Polsek Marau dan Sat Reskrim Polres Ketapang langsung melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan para saksi serta melakukan visum kepada jenazah korban " ujar Meinardus

Lanjut Mei, selain melakukan visum, saat ini Polres Ketapang juga telah mengamankan ibu angkat korban sdri DIA di Mapolres Ketapang untuk diperiksa secara intensif.

Kapolsek Matan Hilir Selatan IPDA Meinardus melhat langsung korban, Sabtu 19 November 2022.

Kapolsek Matan Hilir Selatan IPDA Meinardus melhat langsung korban, Sabtu 19 November 2022.
Kapolsek Matan Hilir Selatan IPDA Meinardus melhat langsung korban, Sabtu 19 November 2022. (Dok. Polsek Matan Hilir Selatan)

" Berdasarkan hasil visum luar, memang banyak ditemukan luka lebam di wajah dan tubuh korban yang diperkirakan akibat kekerasan fisik," terangnya.

"Untuk ibu angkat nya sendiri saat ini sudah kita amankan untuk menjalani pemeriksaan, Kita masih mendalami kronologi peristiwa sebenarnya serta apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, semuanya masih kita dalami dan nanti akan disampaikan lebih lanjut " tutup Mei. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Bocah Berusia 4,7 Tahun di Ketapang Meninggal Dunia Diduga Korban Kekerasan, Tubuh Penuh Luka Lebam

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved