Berita Kalbar

Kisah Babinsa 1201-10 Menyuke Landak Kaltara Pikul Keranda Jenazah Warga ke TPU Terobos Banjir

Kisah pilu Babinsa 1201-10 Menyuke Serda Hari memilkul keranda jenazah warga Menyuke, Landak, Kalbar saat pemakanan dengan menerobos banjir

Editor: Sri Mariati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Babinsa Menyuke, Serda Haris
Babinsa 1201-10 Menyuke, Serda Haris bersama warga pukul kerandah jenasah warga Desa Darit yang meninggal dunia menuju tempat pemakaman umum, Kamis 17 November 2022. 

TRIBUNKALTENG.COM, LANDAK – Banjir yang terjadi di Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyisakan cerita pilu.

Bagaimana tidak cerita Babinsa 1201-10 Menyuke Serda Haris, bersama warga terpaksa memikul keranda jenazah warga Desa Darit yang meninggal dunia menuju tempat pemakaman umum di tengah banjir, Kamis (17/11/2022).

Serda Haris mengatakan, proses pemakaman warga tersebut memang cukup dramatis. Karena Desa Darit masih dilanda banjir, sehingga mobil ambulans tidak dapat digunakan.

Warga pun bergotong-royong memikul keranda jenazah melalui genangan air.

“Kita sesama umat manusia bila pada saatnya pasti akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Untuk itu kepada keluarga yang ditinggalkan agar jangan terlalu larut dalam kesedihan dan percayalah bahwa almarhum sudah berada di tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Serda Haris.

Beruntung, meski akses menuju tempat pemakaman umum terendam banjir. Namun untuk lokasi TPU masih aman dan proses pemakaman bisa segera selesai.

Diketahui banjir telah melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak.

Baca juga: Banjir di Kalbar, Bangsal RSUD Abdul Aziz Singkawang Kemasukan Air, 86 Pasien Terdampak

Baca juga: Banjir di Kalbar, Ribuan Warga Kecamatan Kapuas Hulu Masih Terdampak Meski Air Berangsur Surut

Berdasarkan keterangan Kalak BPBD Kabupaten Landak, Herman Masnur, banjir saat ini sudah melanda tiga kecamatan, yakni Menyuke, Ngabang dan Jelimpo dengan ketinggian air bervariasi hingga 3 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak Herman Masnur mengungkapkan, air berangsur-angsur surut.

Menurut Herman Masnur, sudah ada tiga kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Landak.

Tiga kecamatan yaitu Ngabang, di Desa Raja dan Desa Hilir Kantor. Kecamatan Menyuke, Pasar Darit, Desa Bagak dan Kecamatan Jelimpo.

"Kecamatan Menyuke tahun ini belum ada dapat bantuan. Kecamatan Ngabang awal tahun sudah kita salurkan. Untuk ketinggian air 1-3 meter, sekarang sudah mulai surut," kata Herman.

Menurut Herman, banjir terjadi akibat beberapa faktor seperti hujan dengan intensitas tinggi di hulu sungai yang berdampak hingga ke hilir sungai.

Baca juga: Banjir di Kalbar, Sungai Kapuas dan Melawi Meluap, Sekolah Terendam Belajar Dilakukan Secara Daring

Baca juga: Banjir di Kalbar, 200 KK Warga Desa Kayu Sintang Terendam Air Akibat Sungai Sekapat Meluap

Selain itu kurangnya area resapan air akibat maraknya pembatatan hutan untuk perkebunan juga menjadi penyebab seringnya terjadi banjir.

"Kita tidak bisa menjadwal kapan banjir, tapi khusus November sejak tanggal 15, puncaknya tanggal 16 dan tanggal 17 mulai surut," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Cerita Dramatis Perjuangan Warga Menyuke Landak Pikul Keranda Jenazah ke TPU Meski Diterjang Banjir, ul-keranda-jenazah-ke-tpu-meski-diterjang-banjir.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved