Berita Kalbar

Video Viral Aksi Premanisme di Bandara Supadio Kalbar, 3 Pelaku Dipanggil Polisi dan Minta Maaf

Sebuah video viral dengan narasi aksi premanisme terjadi di Bandara Supadio Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, 3 pelaku dipanggil polisi dan minta maaf

Editor: Sri Mariati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Aktivitas di Bandara Internasional Supadio melayani penumpang pesawat di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM – Sebuah Video Viral dengan narasi aksi premanisme terjadi di Bandara Supadio Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam video yang beredar ada tiga orang, diantaranya 2 laki-laki dan 1 perempuan yang menanyai seorang pria yang merupakan pengemudi mobil.

2 pria tersebut terlihat meminta identitas pengemudi mobil dan terjadi perdebatan. Mereka menilai pengemudi merupakan supir travel.

Menurut mereka supir travel luar tidak diperkenankan mengambil penumpang di dalam kawasan Bandara.

Selain itu, dalam video itupun terlihat penumpang mobil ikut menjelaskan bahwa pengemudi tersebut merupakan keluarganya dan bukanlah orang lain.

Baca juga: Ini Modus Komplotan Pembobolan Barang Penumpang Pesawat di Bandara Supadio Pontianak

Video yang berdurasi 1.52 detik ini di unggah melalui akun Instagram @anningmu mendadak viral dengan caption “Jemput umak balik dari jakarta eh ade abang abang minta CAS itok sangat menggangu mau antar emak balik dari berobat perlu istirahat, lalu jadi emosi tolong bapak ini bagaimana??@supadioairport @bang.midji @poldakalbar.official.

Terkait hal tersebut, Kadin Avsec Bandara Internasional Supadio Fredi Yulanto bersama Kapolsekwas Bandara Internasional Supadio Iptu Mutia Betania, S.H melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi ketiga orang di video tersebut

Ketiganya pun langsung dipanggil di Polsekwas Bandara Supadio guna dimintai keterangan.

Ketiga orang dalam video yang dimintai keterangan berinisial MZ (24), TH (43) dan SA (38).

Kadin Avsec Bandara Int'l Supadio Fredi Yulianto mengatakan, Permasalahan awal dikarenakan ketiga orang tersebut menanyakan status sopir yang menjemput keluarganya di Bandara Supadio.

Jika sopir tersebut merupakan sopir travel yang mengambil penumpang di bandara harus dikenakan cas/denda.

Fredi menegaskan, ketiga orang tersebut bukanlah petugas bandara dan tidak memiliki kewajiban atas hal itu.

“Ketiga orang tersebut bukan petugas bandara dan tidak wajib untuk menanyakan hal tersebut dan yang berhak untuk menanyakan hanya petugas bandara," jelas Fredi.

Baca juga: Cegah Pencurian Barang Bagasi Bandara Supadio Terulang, Manajemen Evaluasi Petugas dan Porter

Baca juga: Diduga Gondol Barang Penumpang Pesawat, 6 Porter Bandara Supadio Pontianak Diringkus Polisi

Kemudian, Kapolsekwas Bandara Supadio Iptu Mutia Betania, menyampaikan bahwa pihaknya fokus memfasilitasi klarifikasi ketiga orang tersebut atas koordinasi pihak Avsec Bandara Supadio.

Sementara korban dihadirkan melalui via telepon, selanjutnya ketiga orang yang terdapat di dalam video tersebut mengaku bersalah dan meminta maaf kepada korban serta tidak akan mengulangi perbuatannya.

“MZ (24), TH (43) dan SA (38) membuat video permintaan maaf kepada korban dan selanjutnya video tersebut dikirimkan ke korban yang berdomisili di Kabupaten Sambas," ujar Kapolsek.

Kasubsi Pemas Polres Kubu Raya, Aipda Ade mengimbau untuk semua pengguna fasilitas dan sarana di area Bandara Supadio, untuk mengiukuti aturan yang berlaku di kawasan Bandara tersebut.

Baca juga: Mantapkan Kamtibmas di Kalteng, Polda Kalteng Bentuk Tim Khusus Berantas Aksi Premanisme

Mengingat keamanan Bandara  Supadio merupakan ranah Avsec sebagai penanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di area Bandara. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Aksi Premanisme di Kawasan Bandara Internasional Supadio.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved