Berita Palangkaraya

Masrani Ditemukan Meninggal Posisi Tengkurap, Hasil Visum Tak Ada Kekerasan, Diabetes Jadi Penyebab

Penemuan jenazah Kai Masrani membuat geger kawasan Sanaman Mantikei, Palangkaraya, korba ditemukan meninggal posisi terngkurap, diabetes jadi pemicu

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Jenazah Kai Masrani (75) dievakuasi dari gubuknya di kawasan Stadion Sanaman Mantikei, Palangkaraya, Kalteng, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polsek Pahandut datangi tempat kejadian perkara (TKP) jenazah pria ditemukan dengan posisi tengkurapdi dalam gubung, Selasa (1/11/2022).

Tepatnya di Kawasan Stadion Sanaman Mantikei, Jalan Ahmad Yani, Langkai, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Laporan tersebut berawal dari warga yang berada di sekitar lokasi mencium bau tak sedap.

Saat ditelusuri, bau tersebut berasal dari dalam gubuk dan melihat adanya jenazah pria dalam posisi tengkurap.

Penemuan jenazah pria tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati.

“Sementara jenazah diketahui bernama Kai Masrani diperkirakan berusia 75 tahun yang tinggal di gubuk pada kawasan Sanaman Mantikei,” terangnya pada Tribunkalteng.com.

Kapolsek mengatakan berdasarkan informasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasa pada tubuh jenazah.

Baca juga: Jenazah Pria Lanjut Usia Membusuk di Gubuk, Kawasan Stadion Senaman Mantikai Palangkaraya

Baca juga: Hasil Visum Penemuan Jenazah Pria di Jalan Aries, Almarhum Meninggal Akibat Riwayat Penyakit

“Sedangkan untuk waktu meninggalnya diperkirakan 3 hari yang lalu, pada Sabtu (29/10/2022),” ungkapnya.

Selain itu, diketahui Kai Masrani memiliki riwayat penyakit diabetes atau penyakit gula.

“Dugaan sementara yang bersangkutan ini meninggal akibat sakit yang dideritanya,” ujar Kompol Susilowati.

Kai Masrani diketahui bekerja sebagai pengumpul barang bekas atau barang-barang berbahan plastik.

Saat berada di TKP, Masrani sudah cukup lama tinggal di gubuk miliknya pada kawasan Sanaman Mantikei.

Kapolsek mengatakan hingga saat ini sudah terdapat 3 orang saksi yang dimintai keterangan oleh pihak Polsek Pahandut.

“Saat ini jenazah telah dibawa oleh Tim Emergency Response Palangkaraya (ERP) dan LazizMu ke Ruang Kamboja RSUD Dr Doris Sylvanus guna dilakukan visum et repertum,” tutupnya.

Sementara itu hasil visum yang dilakukan oleh Dokter Forensik RSUD Dr Doris Sylvanus, Dr Ricka Brillianty tak ditemukan kekerasan pada tubuh korban.

“Visum telah dilakukan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah,” terangnya pada Tribunkalteng.com.

Dr Ricka mengatakan, jenazah telah meninggal dunia pada 2 hari hingga 3 hari yang lalu.

Terdapat luka pada bagian tumit kaki, dengkul, dan bagian punggung jenazah.

Baca juga: Penemuan Jenazah di Banjarmasin, Seorang Pria Tak Terlihat Keluar Rumah Selama 3 Hari

Baca juga: Penemuan Jenazah di Palangkaraya, Penyebab Kematian Tamu Hotel Masih Misterius, Tidak Serahkan KTP

“Luka yang ada pada tubuh korban bukan akibat kekerasan, melainkan digerogoti oleh semut,” ungkap Dokter Forensik.

Meski begitu, Dr Ricka tidak bisa mengatakan bahwa jenazah meninggal akibat riwayat penyakit diabetes.

“Belum dikatakan meninggal akibat riwayat penyakitnya sebelum ada surat keterangan, tapi bisa dipastikan meninggal akibat sakit dan usia,” jelasnya.

Usai dilakukan visum et repertum, jenazah kemudian dimandikan oleh petugas Ruang Kamboja.

Jenazah juga telah disalatkan secara agama Islam oleh Ustad RSUD Dr Doris Sylvanus.

Rencananya akan dimakamkan pada hari ini dan diantarkan oleh Tim Emergency Response Palangkaraya dan di back up oleh LazizMu. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved