Berita Palangkaraya

Bulan Lalu Inflasi, Kalteng Malah Deflasi di Oktober 2022, Ini 5 Faktor Penyebabnya

BPS Kalteng resmi merilis hasil inflasi dan deflasi pada Oktober 2022, di mana 5 faktor terjadinya deflasi di Kalteng sebelumnya masih terjadi inflasi

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Eko Marsoro di Ruang Video Conference Kantor BPS Kalteng, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng) resmi merilis hasil inflasi dan deflasi yang terjadi pada Oktober 2022, Selasa (1/11/2022). Rilis disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro.

Berlangsung di Kantor BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tendean, Palangka, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

 “Pada Oktober 2022, berdasarkan dua kota acuan, Palangkaraya dan Sampit, terjadi deflasi di Kalimantan Tengah sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,18,” terangnya.

Jelasnya, dari 90 Kota IHK, sebanyak 29 kota mengalami inflasi, sedangkan 61 kota mengalami deflasi di seluruh Indonesia.

Setelah Kalimantan Tengah terjadi inflasi pada September 2022, pada Oktober 2022 Kalteng malah mengalami deflasi.

Kepala BPS Kalteng pun memberikan rincian 5 faktor yang menjadi penyebab terjadinya deflasi di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Titik Inflasi Kotim Ada di Dua Kecamatan, 60 Ribu Paket Sembako Segera Didistribusikan

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Bulan Oktober Ini Sampit Keluar Dari Inflasi Tertinggi

“Deflasi gabungan Kota Palangkaraya dan Sampit pada Oktober 2022 terjadi karena adanya penurunan indeks kelompok transportasi (0,55 persen), kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,24 persen),” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,07 persen), serta kelompok perumahan seperti air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,03 persen) juga menjadi penyebabnya.

“Kemudian inflasi tahun kalender Oktober 2022 terhadap Desember 2021, untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 5,89 persen dan inflasi tahun ke tahun Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 sebesar 7,10 persen,” jelasnya.

Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2022 terhadap Desember 2021 untuk Kota Palangka Raya adalah sebesar 6,06 persen.

Kemudian tingkat inflasi tahun ke tahun, Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 tercatat 7,39 persen.

Sementara tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2021 Oktober 2021 terhadap Desember 2020 adalah sebesar 1,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun 2021 Oktober 2021 terhadap Oktober 2020 sebesar 2,32 persen.

Baca juga: Kalteng Inflasi 1,19 Persen Pada September 2022, Penyebab Terbesar Akibat Naiknya Harga BBM

Baca juga: Sampit dan Kalteng Jadi Sorotan Jokowi, Masuk Daftar 10 Daerah dan Provinsi Inflasi Tertinggi

“Peningkatan nilai inflasi di Palangkaraya pada tahun ini dibandingkan tahun lalu antara lain disebabkan adanya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng beberapa bulan di awal tahun,” terang Eko.

“Penyesuaian harga BBM seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpengaruh terhadap biaya angkutan, kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, kenaikan tarif angkutan antar kota, serta cuaca yang tidak menentu, yang mengganggu suplai dan distribusi barang,” tambahnya.

Kapala BPS Kalteng juga menjelaskan, komoditas utama yang menjadi penyebab terjadinya inflasi di Kalteng pada Oktober 2022.

“Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Oktober 2022 yaitu beras, kacang panjang, rokok kretek, daging ayam ras, kangkung, pisang, mie, bensin, ketimun, dan semangka,” tuturnya.

Tak hanya inflasi, ia juga memaparkan komoditas penyebab terjadinya deflasi berdasarkan 2 kota acuan yakni Palangkaraya dan Sampit.

“Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Oktober 2022 antara lain angkutan udara, bawang merah, minyak goreng, cabai rawit, ikan tongol, telur ayam ras, emas perhiasan, tomat, cabai merah, dan telepon seluler,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved