Breaking News:

Misteri Gagal Ginjal Akut

IDAI Kalteng: Jangan Panik Anak Gejala Gagal Ginjal Akut, Minta Tidak Beli Obat Sembarangan

Ketua IDAI Kalteng Dr Ni Made Yuliari untuk orang tua jangan panik terkait adanya kasus gagal ginjal akut, dan jangan beri obat sembarang tanpa resep

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Unsplash/Robina Weermeijer
Ilustrasi ginjal, saat ini Indonesia sedang dimarakkan oleh penyakit gagal ginjal akut misterius yang sudah memakan korban jiwa 133 orang hingga Jumat (21/10/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memberikan pandangan terkait kasus misterius gagal ginjal akut pada anak yang meresahkan orang tua akhir-akhir ini di Indonesia.

Ketua IDAI Kalteng Dr Ni Made Yuliari menuturkan, untuk orang tua agar tidak panik dan tidak memberi anak obat sembarangan jika ada gejala penyakit tersebut.

"Kalau ada anak biasanya kencingnya baik-baik saja, terus tiba-tiba kencingnya berkurang atau tidak sama sekali, apapun gejalanya segera bawa ke Rumah Sakit, jangan panik dulu," katanya kepada Tribunkalteng.com melalui telepon, Sabtu (22/10/2022).

Menurutnya, anak disebut gagal ginjal akut saat fungsi ginjalnya menurun, ditandai dengan volume kencing berkurang atau tidak sama sekali disertai demam, batuk pilek, muntah dan diare.

Baca juga: Baca dengan Teliti, Inilah 91 Merek Obat Sirup yang Dikonsumsi Korban Gagal Ginjal Akut Misterius

Baca juga: Kadinkes Kalteng Suyuti Syamsul Sebut Kasus Gagal Ginjal Akut Masih Nihil di Kalteng

Dia juga menjelaskan, saat ini untuk kesembuhan anak dengan gejala gagal ginjal akut dapat diatasi dengan mengatasi gejala yang ada dulu, seperti panas, pilek, muntah atau diare.

Selanjutnya, anak dengan gejala tersebut dilakukan cuci darah, jika tidak berhasil diberikan obat yang telah dirilis pemerintah Indonesia dari Singapura.

"Ahli mengatakan bahwa yang diatasi pertama adalah penyebabnya, gejala yang ada. Kemudian baru dilakukan cuci darah, kalau tidak berhasil diberikan obat antidot," jelasnya.

Untuk sementara ini, kasus gagal ginjal akut misterius ini masih diselidiki penyebabnya, yang diduga dari kandungan obat sirup etilen glikol (EG) maupun dietilen gokil (DEG) yang melebihi ambang batas.

Ni Made Yuliari mengimbau, kepada orang tua yang anaknya mengalami gejala gagal ginjal akut agar tidak panik, namun mengenali gejalanya terlebih dahulu, dan tidak membeli obat sembarangan.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Nihil di RSUD Kota dan Doris Sylvanus, Sementara Resepkan Obat Puyer Anak

Baca juga: Jangan Sepelekan, Kenali 10 Gejala Gagal Ginjal Dari Tubuh Anda, Kalau Terlambat Berbahaya!

"Jangan beli obat sembarangan, kalau beli obat sendiri di toko obat tidak tahu apakah dosisnya tepat. Kalau anaknya sakit panas kasih minum air dan dikompres dulu," tegasnya.

Lalu dibawa ke petugas kesehatan, yang akan memberikan obat yang lebih sesuai dengan kebutuhan sakit anak dan perawatan sesuai aturan Kemenkes. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved