Breaking News:

Berita Palangkaraya

Harga Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Beras Naik di Palangkaraya, Pemicu Biaya Distribusi dan Panen

Bank Indonesia Kanwil Kalteng merilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, Harga bawang merah, beras, dan telur ayam naik di Palangkaraya

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Harga telur ayam ras naik di sejumlah pasar yang ada di Kota Palanngkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bank Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, merilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pasar tradisional di Palangkaraya teranyar pada Oktober minggu ketiga.

Tercatat harga komoditas bawang merah, telur ayam ras dan beras mengalami kenaikan.

Sedangkan harga minyak goreng, cabai rawit, cabai merah dan daging ayam ras turun harga.

"Kenaikan harga terjadi pada komoditi bawang merah, telur ayam ras dan beras pada Minggu ke tiga Oktober," kata Kepala BI Kalteng, Yura Djalins, Sabtu (22/10/2022).

Harga bawang merah menjadi Rp 33.750 per kilogram, telur ayam ras Rp 29.250 per kilogram, dan beras Rp 15.050 per kilogram.

Baca juga: Sempat Picu Inflasi, Harga Bawang Merah di Pasar Besar Berangsur Turun Rp 45 Ribu per Kg

Baca juga: Pemerintah Kota Gelontorkan 4 Miliar, Operasi Pasar Murah Jitu Tekan Inflasi di Palangkaraya

Sedangkan harga minyak goreng turun menjadi Rp 21.750 per liter, Cabai rawit Rp 60.150 per kilogram, cabai merah Rp 77.250 dan daging ayam ras Rp 40.600 per kilogram.

Menurut Yura Djalins, berdasarkan pemantauan kenaikan harga dipengaruhi oleh berakhirnya musim panen, beberapa komoditas seperti bawang merah di sentra produksi di Jawa.

Sementara kenaikan harga telur ayam ras disebabkan oleh kenaikan biaya distribusi. Sedangkan penurunan dipengaruhi oleh komoditi cabai memasuki masa panen sehingga produksi meningkat.

Baca juga: Pasar Penyeimbang, Suplai 4,5 Ribu Ton Bulog Kalteng Upayakan Harga Beras Stabil dan Terjangkau

Daging ayam ras dipengaruhi normalisasi harga seiring penurunan permintaan pasca Maulid.

Sementara penurunan harga minyak disebabkan pasokan lebih banyak dibandingkan permintaan di pasar.

Dengan demikian Indeks Komposit Komoditas (IKK) PIHPS secara harian kembali bergerak turun (-0.32 persen), dengan tren rerata bulanan inflasi (-1.13 persen). (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved