Berita Palangkaraya

Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Palangkaraya Minta Warga Laporkan Pohon Rawan Tumbang

Musim penghujan disertai angin ribut berpotensi sebabkan pohon tumbang.BPBD Palangkaraya antisiapsi minta warga lapor jika ada pohon tua rawan tumbang

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/pangkan B
Tim Gabungan BPBD Kota Palangkaraya, Tim Emergency Response Palangkaraya, BPK Putra Pahandut, dan Petugas PLN tengah mengevakuasi pohon tumbang dan memperbaiki aliran listrik di Kawasan UPR atau Universitas Palangkaraya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Musim penghujan disertai angin ribut sangat berpotensi sebabkan pohon tumbang yang rawan mengenai warga yang sedang beraktifitas di luar rumah.

Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya meminta warga untuk melaporkan jika ada pohon tua berpotensi tumbang.

Hal itu bentuk antispasi di musim penghujan karena cuaca ekstrem di Kota Cantik yang akhir-akhir ini diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

"Kepada warga dapat melaporkan jika ada pohon tua untuk antispasi pohon tumbang, nanti petugas datang akan pangkas bukan menebang," kata Kepala BPBD Palangkaraya, Emi Abriyani, Jumat (21/10/2022).

Selain itu pihaknya juga rutin melakukan gotong royong di daerah-daerah rawan banjir, dengan membersihkan parit-parit dari sampah maupun endapan lumpur.

Baca juga: Memangsa Ayam Warga Jalan Batu Suli 5, Piton 4 Meter Diamankan Tim Relawan Palangkaraya

Baca juga: Jalan Nyaris Putus Arah Palangkaraya-Gunung Mas, Dilakukan Penanganan Jangka Pendek

Baca juga: Banjir Hanjalipan Kotim Capai 2,5 Meter, Kemensos Salurkan 1 Ton Beras Untuk Korban Banjir

Baca juga: 30 Rumah Untuk Korban Banjir Tak Ditempati, Bupati Kotim Imbau Warga Mau Direlokasi

Sementara itu, saat ini Kota Palangkaraya dalam status siaga bencana banjir, sehingga dia juga meminta masyarakat agar melakukan kerja bakti di wilayah masing-masing menjaga lingkungan.

Data yang dihimpun Tribunkalteng.com, terdapat 17 Kelurahan yang terdampak banjir total ada 16.300 jiwa, dengan ketinggian air 10-40 cm.

Pihaknya mengimbau, agar masyarakat selalu waspada dan siaga, terutama yang tinggal di daerah yang rendah dan dekat sungai, akan potensi banjir yang dapat meluas.

Seperti memperhatikan barang-barang berharga, surat-surat, barang elektronik dan paling penting kelistrikan diperhatikan, agar tidak dibawah terendam air untuk keselamatan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid -19 Kota Palangkaraya, Emy Abriani.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Emy Abriani. Mengingatkan, warga Kota Palangkaraya waspada pohon tumbang saat ada angin ribut. Dia meminta warga melapor jika melihat ada potensi pohon rawan tumbang. (faturahman/tribunkalteng.com)

Hal senada disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut, Palangkaraya, jika dalam sepekan ini, wilayah di Kalteng potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Serta memberikan peringatan dini, agar masyarakat waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng.

Lalu potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang
akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved