Berita Kalbar

Banjir di Sintang Renggut Satu Korban Jiwa, Sempat Dinyatakan Hilang Tenggelam 3 Hari

Banjir di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tercatat mengakibatkan 1 orang warga meninggal dunia atas nama Suparman warga Desa Tebing Raya.

Editor: Fathurahman
ilustrasi/tribunnews.com
ILUSTRASI. Banjir yang melanda Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tercatat mengakibatkan 1 orang warga meninggal dunia atas nama Suparman warga Desa Tebing Raya. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dikabarkan menghilang tenggelam selama tiga hari kemudian dilakukan pencarian hingga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. 

TRIBUNKALTENG,COM, SINTANG - Banjir yang melanda Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tercatat mengakibatkan 1 orang warga meninggal dunia atas nama Suparman warga Desa Tebing Raya.

Hal itu terungkap berdasarkan data  dari Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Banjir Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dikabarkan menghilang tenggelam selama tiga hari kemudian dilakukan pencarian hingga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban dilaporkan hilang tenggelam usai speedboat yang dikemudikannya karam di sungai melawi. Jasadnya ditemukan di Sungai Ringin, Desa Anggah Jaya.

Menurut Satgas, kecelakaan air yang dialami oleh Suparman masuk dalam kategori korban bencana banjir.

Baca juga: Sempat Kabur Diburu Selama Seminggu, Pelaku Curas di Simpur HSS Ditangkap di Tabalong

Baca juga: Kotim Gencar Antisipasi Stunting, 8 Aksi Percepatan Penurunan Stunting Raih Penghargaan

Baca juga: Penanganan Banjir Kotim, Bupati H Halikinnor Imbau Korban Banjir Bantaran Sungai Mentaya Direlokasi

Baca juga: NEWS VIDEO, Tanggulangi Banjir Kotim Bupati H Halikinnor Berharap Pengerukan Sungai Mentaya

“Korban jiwa warga kecamatan sintang, desa tebing raya. (Masuk kategori korban banjir) iya,” ujar Fery Harsono Humas BPBD Kabupaten Sintang, Kamis 20 Oktober 2022.

Ketua Komando Satgas Tanggap Darurat Banjir Sintang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono juga membenarkan adanya satu korban jiwa akibat banjir. “Iya, Laka airnya pas kena arus banjir mungkin,” ujarnya.

Camat Sintang, Tatang Supriyatnya menambahkan korban laka air yang ditemukan meninggal oleh satgas kabupaten dimasukkan sebagai korban banjir. “Karena mungkin pada saat kejadian sedang terjadi gelombang dan hujan lebat di situ,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, sebelum dinyatakan tenggelam, Suparman hendak pulang ke rumah setelah mengikuti acara arisan menggunakan speed boat 15 PK . Dikarenakan cuaca buruk hujan lebat dan angin kencing, speed boat tersebut terbalik dan tenggelam. Menurut saksi mata korban sempat menyelamatkan diri dengan berpegangan tangki BBM hingga terlepas pegangan dan akhirnya korban tenggelam.

15 Orang Alami Gangguan Mental Emosional

Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Satgas Bantingsor) Kabupaten Sintang merilis data yang dihimpun dari 14 kecamatan yang ada pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh yang juga koordinator Bidang Kesehatan menjelaskan bahwa hingga hari Kamis, 20 Oktober 2022 banjir di bulan Oktober 2022 ini sudah ada 1 korban jiwa yang meninggal dunia. “sudah terkonfirmasi 1 orang meninggal dunia, warga Desa Tebing Raya Kecamatan Sintang,” ujarnya.

Selama banjir, tim Dinas Kesehatan telah mengobati 2. 166 warga yang terdampak banjir. Selama berkeliling memberikan pelayanan kesehatan, ditemukan 15 orang yang mengalami gangguan mental emosional atau GME. “Kita follow up pendampingan oleh psikolog,” kata Sinto dikonfirmasi Tribunpontianak pada Kamis 20 Oktober 2022.

Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan telah memberikan pelayanan terhadap warga yang terdampak banjir sebanyak 264 ibu hamil, 374 bayi, 1.846 anak-anak dan 1.789 lansia. Sedangkan untuk para pengungsi, melayani 99 ibu hamil, 136 bayi, 712 anak-anak dan 736 lansia.

banjir sintang 1234
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap warga terdampak banjir. Data dampak banjir. Per hari ini, tersisa 7 kecamatan dan 62 desa kelurahan yang masih terdampak banjir. Warga terdampak ada 9. 886 KK atau 35. 316 jiwa. Warga yang mengungsi masih ada 167 KK atau 653 jiwa. Yang mengungsi ini hanya ada di 2 kecamatan saja.

“Yang sampai dirujuk ke RSUD AM Djoen ada 4 orang. Selama banjir ini, kami mendapatkan tambahan tenaga dari 9 orang relawan,” ungkap Sinto.

Kurniawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang yang juga Koordinator Bidang Komunikasi Publik menyampaikan update data dampak banjir. Per hari ini, tersisa 7 kecamatan dan 62 desa kelurahan yang masih terdampak banjir. Warga terdampak ada 9. 886 KK atau 35. 316 jiwa. Warga yang mengungsi masih ada 167 KK atau 653 jiwa. Yang mengungsi ini hanya ada di 2 kecamatan saja.

“Hasil pemantauan tim kami dengan metode melakukan pengambilan gambar di 4 lokasi. Jika dibandingkan dengan kondisi banjir kemarin, maka hari ini ada kenaikan sedikit debit air,” kata Kurniawan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Update Banjir Sintang: 1 Warga Meninggal, 15 Orang Alami Gangguan Mental Emosional

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved