Preman Pensiun 6

LINK Streaming Nonton Preman Pensiun 6 Hari Ini di RCTI Episode Terakhir, Ancaman Cecep ke Bang Edi

Live Streaming TV Online RCTI Plus gratis untuk menonton sinetron Preman Pensiun 6.Dibintangi Epy Kusnandar, Link Live Streaming.

Penulis: Nor Aina | Editor: Nia Kurniawan
Instagram @premanpensiun.mncp
Link live streaming TV online nonton episode terakhir Preman Pensiun 6 hari ini di RCTI, Ancaman Cecep ke Bang Edi 

TRIBUNKALTENG.COM - Berikut Link Live Streaming nonton episode terakhir Preman Pensiun 6 hari ini, Sabtu (15/10/2022).

Menghadirkan kisah terbaru, sinetron yang dibintangi Epy Kusnandar ini akan berakhir tayang malam ini pukul 19.00 WIB.

Agar tidak ketinggalan ceritanya, berikut Live Streaming TV Online RCTI Plus gratis untuk menonton sinetron Preman Pensiun 6.

Tak hanya Link Live Streaming, artikel ini juga menyajikan alur cerita episode terakhir Preman Pensiun 6 malam ini.

Baca juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Hari Ini 14 Oktober 2022 Live Streaming RCTI, Kang Mus Minta Tolong Cecep

Dilansir melalui Instagram @premanpensiun.mncp, alur cerita Preman Pensiun 6 malam ini mengisahkan Cecep menyampaikan ancamannya pada Yayat dan Agus untuk Bang Edi.

Kisah sinetron yang dibintangi Epy Kusnandar malam ini bermula saat Agus dan Yayat tumbang akibat berkelahi dengan Didu.

Setelah itu, Kang Cecep memberi peringatan pada Agus agar ia menyampaikan ancamannya ke Bang Edi.

Cecep mengatakan bahwa ia tidak pedulu dengan bisnis yang dijalankan Bang Edi, asal dia tidak menggangu keluarganya.

Memberi peringatan, Cecep mengancam Bang Edi, jika mengganggu keluarganya, maka dia akan menghabisinya.

"Kasih tau bang Edi, saya tidak peduli bisnis kalian apa," ucap Cecep. 

"Kalau kalian mengganggu keluarga kami, saya jamin kalian akan habis," lanjutnya.

Di sisi lain, kondisi parkiran yang dijaga Iwan dan keluarga Bubun tampak ada keributan.

Ternyata, anak buah Reymon mencari orang yang telah menghajar temannya.

"Mana petinju yang menghajar teman saya?," kata anak buah Reymon.

Namun, Iwan mengungkap bahwa ia lah seorang petinju tersebut.

"Saya petinju itu," ungkap Iwan.

Mengetahui hal itu, anak buah Reymon lalu mengeroyok Iwan.

Melihat temannya dikeroyok segerombolan anak buah Reymon, keluarga Bubun ini sontak mengadu.

Bubun yang mendapat aduan dari keluarganya itu pun menyampaikan bahwa di parkiran terjadi keributan.

"Kang parkiran saudara saya ada yang nyerang," kata Bubun yang menelepon Cecep.

Mendengar itu, Cecep langsung terkejut dan melongo.

Kemudian, Taslim si penjaga pasar juga mengadu ke Murad bahwa di tempatnya ada yang menyerang.

Taslim mengaku bahwa ia telah dikeroyok oleh orang-orang yang ingin mengambil alih di pasar.

"Ada yang nyerang pasar lagi, saya dikeroyok," ujar Taslim.

Sementara itu, Otang tampak berteriak mengatakan bahwa terminal akan diserang.

"Terminal mau diserang," teriak Otang.

Teman Otang itu pun menduga bahwa yang akan menyerang adalah anak buah Reymon.

"Mau diserang anak buahnya Kang Reymon?," tanya teman Otang.

Menjawab pertanyaan itu, Otang langsung mengiyakan bahwa anak buah Reymon akan menyerang terminal.

"Ya," sahut Otang.

Mengetahui jalanan, parkiran dan terminal akan diserang, Cecep, Ujang dan Murad langsung turun memantau jalanan.

Lantas apa yang dilakukan Cecep, Ujang dan Murad?

Tidak hanya di televisi, sinetron Preman Pensiun 6 juga bisa di tonton melalui Link Live Streaming TV Online RCTI Plus gratis berikut ini: 

LINK

Sinetron Preman Pensiun

Melansir Wikipedia, Preman Pensiun adalah sinetron bergenre drama komedi yang ditayangkan di RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures.

Serial ini menceritakan seseorang bernama Bahar sebenarnya hanya preman “kecil”, tetapi wilayahnya cukup luas, selain menjadi “backing” para pedagang kaki lima, juga menguasai sebuah pasar dan terminal.

Kisah yang akan dituturkan dalam serial ini bukanlah perjalanan hidupnya sejak awal, meskipun dalam beberapa dialog terceritakan juga, melainkan kisah di masa tuanya ketika dia memutuskan untuk pensiun.

Masa lalu yang diceritakan dalam dialog adalah Bahar dan temannya, Bagja merantau dari Garut ke Bandung sekitar tahun 1972, ketika dia remaja dan pergi merantau karena keluarganya di kampung sangat miskin.

Di Bandung, Bahar remaja mencari nafkah sebagai penjual tahu, leupeut dan telur asin di bus sebelum keluar terminal.

Penghasilan Bahar kala itu tidaklah besar, hanya pas-pasan, cenderung minim.

Dia menerima itu sebagai rezekinya, tetapi yang tidak bisa dia terima adalah bahwa dia harus membayar pajak pada para preman.

Bahar kemudian berpikir bahwa daripada dipungut “pajak” lebih baik dia yang memungut pajak.

Kemampuan beladiri yang dipelajarinya karena tradisi di kampung dan tekad yang kemudian muncul untuk bertahan dan berjaya di perantauan, membuat dia kemudian nekad perlahan-lahan masuk jaringan premanisme yang menguasai terminal.

Bermula dari hanya sekadar “keset”, lama kelamaan, tahun demi tahun, perlahan-lahan, Bahar kemudian mencapai puncak kekuasaan.

Sepuluh tahun pertama, Bahar hanya menjadi bagian dari kekuasaan sebuah jaringan premanisme, dua puluh tahun selebihnya, Bahar adalah pemegang kekuasaan yang mencengkram jalanan, pasar dan terminal.

Tangan kanannya adalah Muslihat, maling amatir yang masuk ke rumahnya sekitar dua puluh tahun silam.

Muslihat berhasil ditaklukkan hingga tidak sadarkan diri dan baru sadar tiga hari kemudian, di hadapan Bahar dan polisi.

Setelah tahu bahwa Muslihat mencuri demi untuk membiayai ibunya masuk rumah sakit, Bahar meminta polisi untuk tidak memproses kasusnya secara hukum.

Bahar bahkan mengakui Muslihat sebagai saudaranya dan persoalan akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Lalu Muslihat diberi uang satu juta yang pada waktu itu merupakan jumlah yang cukup besar.

Setelah seminggu, Muslihat kembali pada Bahar dengan uang yang masih utuh.

Muslihat bermaksud mengembalikan uang itu karena sudah tidak membutuhkannya lagi.

Ketika dia pulang ke kampung dengan membawa uang, ibunya sudah terlanjur meninggal.

Bahar kemudian meminta Muslihat untuk bekerja padanya. Rasa hormat Muslihat dan kepercayaan Bahar, membuat mereka tidak terpisahkan hingga dua puluh tahun kemudian.

Muslihat kemudian merekrut Komar di terminal yang sebelumnya pengamen yang ditolong Muslihat bekerja padanya karena gitar Komar hilang.

Sementara itu, masa yang akan datang, copet kelas kakap, Junaedi merekrut dua orang sebagai partner yaitu Saep dan Ubed. Sementara anak buah Bahar semakin bertambah.

Pemegang terminal, Jamal melakukan kekerasan di Dago, kemudian dia digerebek, tetapi Bahar dan Muslihat membiarkan ia ditahan di penjara, hingga Jamal balas dendam pada Muslihat, walaupun pada Bahar hanya setengah-setengah.

Pemain Preman Pensiun 6


- Epy Kusnandar sebagai Muslihat (Kang Mus)

- Ivan Rivky Kabira sebagai Bang Edi

- Abenk Marco sebagai cecep

- Fajar Khuto sebagai Ujang

- Rambo Deny Firdaus sebagai Murad

- Vina Verina sebagai Sukaesih atau Esih

- Kiki Kinanti sebagai Serena

- Safira Maharani Farsya sebagai Safira

- Dian Sule sebagai Willy

- Yoshua Thomas sebagai Taslim

- Eko Oray sebagai Mawardi/Mawar.


(Tribunkalteng.com/Nor Aina)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved