Berita Kalbar

Banjir di Sintang dan Ketapang Kalbar Meluas, Warga Sebut Banjir Terbesar, Ribuan Orang Terdampak

Banjir di Sintang dan Ketapang Kalbar meluas, sekitar ribuan warga terdampak akibat banjir yang merendam rumah dan fasilitas umum juga banjir terbesar

Editor: Sri Mariati
Dok Polres Sintang
Kapolres Sintang dan Personel salurkan makanan kepada warga terdampak banjir, Rabu (12/10/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM – Bencana banjir di Kabupaten Sintang hingga kini terus meluas merendam kawasan tersebut. Sejak Sabtu (8/10/2022) lalu intensitas hujan lebat menyebabkan banjir pasang khususnya di Kota Sintang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat, total 25 desa dan kelurahan terdampak banjir luapan Sungai Kapuas dan Melawi.

Selain disebabkan curah hujan tinggi, banjir di Kota Sintang juga dipicu air kiriman dari perhuluan sungai Kapuas dan Melawi, seperti dari Kapuas Hulu, Ketungau, Serawai-Ambalau hingga Kabupaten Melawi.

Banjir tidak hanya merendam kota Sintang, tapi juga melanda 10 dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sintang.

Tinggi muka air mengalami peningkatan signifikan sejak dua hari terakhir. Dampaknya merendam jalan, rumah warga fasilitas publik seperti sekolah, pusat layanan kesehatan.

Ruas jalan Sintang menuju ke 4 Kecamatan di wilayah perbatasan juga terendam. Kedalaman bervariasi, paling dalam lebih dari selutut orang dewasa.

Baca juga: Banjir di Kalbar, Sungai Kapuas dan Melawi Meluap, Sekolah Terendam Belajar Dilakukan Secara Daring

Akses transportasi nyaris lumpuh. Lebih dari 1 kilometer di ruas jalan Mensiku Jaya yang terendam. Sebagian besar aktivitas masyarakat hanya bisa menggunakan sampan.

Lumpuhnya akses jalan darat dari Sintang-Binjai membuat Cecep terpaksa memutuskan untuk mengungsi lebih awal. Bukan karena rumahnya sudah terendam, tapi demi sekolah sang anak.

Cecep khawatir, jika banjir makin tinggi, anaknya tidak bisa pergi ke sekolah di SD/MIN Sintang.

"Mau ngungsi. Karena anak sekolah belum libur. Anak sekolah di SD/MIN, jadi kita (ngungsi sementara) bela- belain anak lah," kata Cecep, warga Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, sore kemarin.

Cecep merasa takut banjir kali ini sama besarnya dengan 2021 lalu yang merendam rumahnya. Berkaca tahun sebelumnya dia memilih untuk mengungsi.

"Mau ngungsi ke Pangeran Kuning, sementara ngontrak di sana. Takutnya (banjir) kayak tahun kemarin lagi. Tahun lalu banjir 15 centimeter dalam rumah, kalau sekarang masih jauh, tapi kan kita antisipasi. Rencana ngontrak sampai surut. Banjir sudah seminggu ini mulai, cuma paling kuat naik 2 hari ini," katanya.

Selain Cecep, ada Nazla yang memutuskan untuk pindah sementara tempat keluarga sampai dengan banjir surut. Siswi Kelas XII di SMAN 1 Sintang ini terpaksa numpang sementara tempat keluarga supaya dapat pergi ke sekolah.

Saat banjir 2021 lalu, Indra juga membuat panggung serupa di dalam rumah untuk mengamankan perabotan rumah. Bahkan saat itu dia tidur di Speedboat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved