Kerusuhan Arema vs Persebaya

Dirut PT Liga Indonesia Baru Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Juga 2 Pejabat Polres Malang

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menjadi satu dari enam tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan

Editor: Dwi Sudarlan
bolasport.com
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menjad satu dari 6 tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNKALTENG.COM - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menjadi satu dari enam tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan.

Selain Akhmad Hadian Lukita, Kabag Ops Polres Malang dan Kabag Samapta Polres Malang juga menjadi tersangka beserta seorang anggota Bromob Pola Jatim serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) dan Security Official. 

Tragedi Kanjuruhan adalah musibah meninggalnya 131 suporter yang menyaksikan laga Liga 1 2022, Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam lalu.

Penetapan 6 tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan itu diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Kamis (6/10/2022) malam ini.

Kapolri menegaskan penetapan 6 tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dan ketersediaan alat bukti.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meminta polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menggegerkan dunia itu.

Baca juga: Alasan PSSI Hukum Berat Arema Pasca Tragedi Kanjuruhan Liga 1, Oknum TNI Picu Reaksi Andika Perkasa

Baca juga: Duka Tragedi Kanjuruhan, Pegawai Pondok Arema Palangkaraya Pakai Pita Hitam Saat Bekerja

Baca juga: Bocah 11 Tahun Ini Lihat Ayahnya Terinjak-injak di Stadion Kanjuruhan, Nyawa Sang Ibu Tak Tertolong

Presiden Jokowi meminta tidak ada yang ditutup-tutupi terkait Tragedi Kanjuruhan.

Selain itu, juga dibentuk tim pencari fakta independen yang langsung dipimpin Menkopolhukam Mahfud MD.

Dalam penyelidikan kasus itu, Polisi juga memeriksa 31 anggota Polri. 

"Saat ini dari Irwasum maupun Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 anggota Polri tersebut belum selesai, dilanjutkan juga pemeriksaan pada malam hari ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mapolresta Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022) kemarin.

Pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi unsur kehati-hatian.

"Karena sesuai arahan Bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami. Kenapa demikian? Karena unsur ketelitian, kehati-hatian, dan kecermatan yang dilakukan tim ini harus betul-betul menjadi standar" ujarnya.

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved