Berita Palangkaraya

Sungai Kahayan, Rungan, Sabangau Palangkaraya Tercemar Ringan, Akibat Degradasi Lahan Hingga Limbah

Kondisi Sungai Kahayan, Rungan dan Sabangau saat ini bisa dikatakan mulai tercemar, walaupun dalam kategori masih ringan, diungkapkan Kepala DLH Kota

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Kondisi Sungai Kahayan yang mengalami pencemaran air kategori masih ringan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kondisi Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sabangau saat ini bisa dikatakan mulai tercemar, walaupun dalam kategori masih ringan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palangkaraya, Achmad Zaini.

Menurutnya, tercemar ringannya sungai-sungai tersebut ada beberapa faktor dari aktivitas pelaku ekonomi, masyarakat buang sampah sembarangan.

Hingga perubahan alih fungsi lahan hingga dampak kiriman dari sungai yang berada di hulu.

Misalnya Sungai Kahayan, sungai dengan panjang 658 Km dan bermuara di Kabupaten Gunung Mas, Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya sudah mulai keruh.

"Terkait dengan kualitas air sungai, kami melakukan pemantauan pada 3 sungai, secara periodik kami ambil sampelnya dibawa laboratorium lingkungan," katanya, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Banjir di Palangkaraya, Debit Air Sungai Kahayan Kawasan Mendawai Naik, Warga Belum Mengungsi

Baca juga: Monster Ikan Patin Alas 36 Kg Gondol Pancing Umpan Cacing di Sungai Kahayan

"Khusus sungai Kahayan tingkat kekeruhannya sudah mulai tinggi," tambahnya.

Dia membeberkan aktifitas masyarakat di hulu Kabupaten Gunung Mas seperti degradasi lahan.

Serta pembukaan lahan dapat menyebabkan erosi yang sebelumnya dapat ditahan oleh pohon-pohon.

Selain itu pelaku usaha yang menghasilkan limbah cair, DLH Palangkaraya melakukan pembinaan dan pengawasan agar IPAL instalansi limbah sesuai baku mutu yang ditetapkan.

"Seperti hotel, restoran, mereka kita awasi dan pembinaan secara berkelanjutan, dan harus membuat laporan 6 bulan sekali kepada DLH Palangkaraya hasil laboratorium tadi," bebernya.

Baca juga: Curah Hujan Masih Tinggi, Warga Bantaran Sungai Kahayan Waspadai Ancaman Luapan Air

Baca juga: BREAKING NEWS, Jenazah Seorang Pria Mengapung di Sungai Kahayan Palangkaraya

Saat ini, pihaknya juga tidak menyangkal adanya beberapa perusahaan yang IPALnya belum maksimal, terbukti baku mutunya masih belum memenuhi standar.

Namun berbagai upaya dijelaskan, tengah dilakukan DLH Palangkaraya, seperti sosialisasi kepada masyarakat, gotong royong membersihkan parit, menyediakan Sapras, dan bersinergi dengan Kabupaten terkait. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved