Berita Palangkaraya

Rumah Pasutri Korban Pembunuhan di Palangkaraya, Tak Lagi Dihuni Pemiliknya Usai Kejadian

Rumah Pasangan Suami-Istri atau Pasutri Korban Pembunuhan di Palangkaraya Kalimantan Twengah, kini kak lagi dihuni pemiliknya Usai Kejadian memilukan.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kondisi pintu belakang rumah pasutri korban pembunuhan dalam kondisi terbuka saat Tribunkalteng.com melakukan pemantauan, Selasa (5/10/2022) malam. Rumah Pasangan Suami-Istri atau Pasutri Korban Pembunuhan di Palangkaraya Kalimantan Twengah, kini kak lagi dihuni pemiliknya Usai Kejadian memilukan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Rumah Pasangan Suami-Istri atau Pasutri Korban Pembunuhan di Palangkaraya Kalimantan Twengah, kini kak lagi dihuni pemiliknya Usai Kejadian memilukan.

Sejak terjadinya pembunuhan yang merenggut nyawa Pasutri, rumah korban kini tak lagi dihuni pemiliknya. Pantauan, Rabu (5/10/2022) kondisi rumah dalam keadaan sepi karena tidak lagi ada aktifitas di dalamnya.

Lokasi rumah tersebut berada  Jalan Kenanga, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Akibat kejadian tersebut, kini rumah milik korban Yendianoor (46) dan Fatmawati (46) tak lagi dihuni, meskipun

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan Pasutri di Palangkaraya Ungkap Pelaku Bawa Parang dan Tanpa Busana

Baca juga: UPDATE Kasus Pembunuhan Pasutri di Palangkaraya, Penyidik Periksa 15 Orang Berstatus Saksi

Baca juga: Pembunuhan Pasutri di Palangkaraya Polisi Curigai Dua Orang, Peran Keduanya Masih Didalami

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Polisi Kumpulkan Alat Bukti Kasus Pasutri Dibunuh di Jalan Kenanga

anak korban bernama Maya (17) selamat dalam peristiwa pembunuhan tersebut, namun kini ia tinggal di tempat yang tidak bisa disebutkan alamatnya.

Hal tersebut dilakukan guna menjaga dua anak korban dari pelaku yang menewaskan pasutri tersebut.

Tetangga Korban, Edi mengatakan tidak ada yang tinggal di rumah korban hingga saat ini.

“Anak korban tidak tinggal di rumah, namun tempat ia tinggal sekarang masih dirahasiakan,” jelasnya pada Tribunkalteng.com.

Pasalnya Edi tinggal di barak tepat di depan rumah korban yang hanya berjarak sekira 15 meter.

Rumah yang berdekatan, Edi mengatakan pihak kepolisian selama 12 hari pasca kasus pembunuhan tersebut masih sering mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Pihak kepolisian masih sering datang ke lokasi pembunuhan untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan,” ujar Tetangga Korban.

Baca juga: Badan Pusat Statistik Gelar Rapat Koordinasi, Jelang Pelaksanaan Pendataan Regsosek Kotim 2022

Baca juga: NEWS VIDEO, Ungkap 128 Kasus Narkoba, Tahun 2022 Pengungkapan Terbesar Polres Kotim

Baca juga: Pengungkapan Narkoba Terbesar Polres Kotim, Satresnarkoba Musnahkan 365,86 Gram Sabu

Saat Tribunkalteng.com menyanykan soal rumah, Edi mengatakan tidak ada yang menjaga rumah tersebut.

“Kalau rumah tidak ada yang menjaga, jadi memang dibiarkan kosong dan masih terdapat garis polisi,” katanya.

Bahkan pintu belakang rumah korban diketahui tidak terkunci dan dapat dibuka dari luar.

“Pintu belakang rumah korban bisa dikunci, namun harus dikunci dari dalam rumah,” jelas Edi.

Meski rumah tak lagi dihuni dan pintu belakang rumah tidak tertutup, lampu di dalam rumah dalam keadaan menyala.

rumahkorbanan
Rumah Pasangan Suami-Istri atau Pasutri Korban Pembunuhan di Palangkaraya Kalimantan Twengah, kini kak lagi dihuni pemiliknya Usai Kejadian memilukan.

Kasatreskrim Polresta Palangkaraya Kompol Ronny Marthius Nababan dan anggotanya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

“Hingga saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pelaku,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved