Berita Kalsel

Kasus Peluru Nyasar Kenai Nelayan HSS, Anggota Polsek Daha Selatan Jalani Tahanan 21 Hari

Kasus peluru nyasar kenai nelayan HSS yang dilakukan Anggota Polsek Daha Selatan. Pelaku sudah Jalani hukuman kurungan selama 21 Hari.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Kasus peluru nyasar kenai nelayan HSS yang dilakukan Anggota Polsek Daha Selatan. Pelaku sudah menjalani hukuman kurungan selama 21 Hari, juga mendapat sanksi penundaan melanjutkan sekolah maupun pendidikan. 

TRIBUNKALTENG.COM, KANDANGAN – Kasus peluru nyasar kenai nelayan HSS yang dilakukan Anggota Polsek Daha Selatan. Pelaku sudah Jalani hukuman kurungan selama 21 Hari.

Kasus tersebut juga telah beberapa kali digelar dipersidangan, hingga akhirnya semua tahapan hukum telah di laksanakannya.

Pelakunya berinisial Aipda F merupakan anggota  Polsek daha Selatan Kalimantan Selatan.

Kasus peluru nyasar yang mengenai seorang nelayan di Desa Samuda Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang dilakukan oleh Anggota Polsek Daha Selatan, Aipda F, sudah memasuki babak akhir.

Baca juga: Peringatan HUT ke-77 TNI di Kalteng, Gubernur Sugianto Berharap Kesejahteraan Prajurit Ditingkatkan

Baca juga: NEWS VIDEO, Ungkap 128 Kasus Narkoba, Tahun 2022 Pengungkapan Terbesar Polres Kotim

Baca juga: NEWS VIDEO, Operasi Antik 2022 Polres Kotim Ungkap 21 Kasus Sita Hampir 3 Ons Sabu

Kasus peluru nyasar ini ternyata sudah disidangkan pada 22 September lalu.

Korbannya yakni Masrani warga Desa Samuda yang berprofesi sebagai pencari ikan di sana.

Kasi Propam Polres HSS, Ipda Djoko Susilo Tri Cahyono membeberkan, jika anggota Aipda F sudah menjalani sidang etik.

Aipda F divonis menjadi Tanahan Penempatan Khusus di Satuan Brimob Polda Kalsel selama 21 hari. Dan saat ini Aipda F sudah menjalani masa hukuman.

"Selain itu, Aipda F juga disanksi penundaan mengikuti sekolah maupun pendidikan," katanya, Rabu (5/10/2022).

Ia mengatakan, jika Aipda F terbukti bersalah. Saat bertugas pada Senin (22/8/2022) lalu, Aipda F melakukan pelanggaran.

Pelanggaran yang dilakukan Aipda F yakni menggunakan senjata api yang merupakan inventaris Polsek Daha Selatan. Selain itu, saat itu ia sedang bertugas sebagai kepala jaga.

Berdasarkan penyelidikan memang ada tembakan sebanyak tiga kali. Dua kali diarahkan ke udara.

Satu kali diarahkan kepada target operasi pengedar narkoba di Daha Selatan. Apalagi, saat itu sedang dilakukan pengejaran target operasi narkoba.

Sementara target lari ke rawa. Aipda F tidak menyadari jika peluru yang ditembakkan nyasar kepada warga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved