Kerusuhan Arema vs Persebaya

Dari Palangkaraya untuk Malang, Suporter Gelar Renungan Malam dan Doa untuk Tragedi Kanjuruhan

Tak hanya suporter Kalteng Putra, hadir perwakilan pendukung Arema FC (Aremania), Bonek (Persebaya), The Jaks (Persija), Viking (Persib)

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Pangkan Bangel
Ratusan pecinta sepakbola di Palangkaraya, Kalteng mengggelar Renungan Malam dan Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan, di Stadion Tuah Pahoe, Senin (3/10/2022) malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pecinta sepak bola di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menggelar Renungan Malam dan Doa Bersama di Stadion Tuah Pahoe, Senin (3/10/2022) malam.

Mereka yang berasal dari berbagai profesi dan kalangan ini bersama-sama mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam kemarin.

Tak hanya suporter Kalteng Putra, hadir perwakilan pendukung Arema FC (Aremania), Bonek (Persebaya), The Jaks (Persija), Viking (Persib) dan kelompok-kelompok suporter lain.

Kalangan masyarakat yang datang pun beragam usia dan lapisan.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Ini Lihat Ayahnya Terinjak-injak di Stadion Kanjuruhan, Nyawa Sang Ibu Tak Tertolong

Baca juga: Lakukan Ini Bila Kena Gas Air Mata seperti di Tragedi Kanjuruhan, FIFA Larang Dipakai Dalam Stadion

Baca juga: Mengenal Stadion Kanjuruhan Markas Arema, Tragedi 1 Oktober 2022 Lebih Parah dari 15 April 2018

Tidak sedikit pula kaum perempuan dan anak-anak yang ikut

Adapun korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan itu menurut versi pemerintah  sebanyak 125 orang.

Para korban jiwa ini rata-rata mengalami sesak napas dan terinjak-injak oleh suporter lain saat berusaha menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata sementara jalur dan pintu keluar sangat terbatas.

Dalam Renungan Malam dan Doa Bersama, sejumlah spanduk solidaritas dibentangkan.

Saat Renungan Malam dan Doa Bersama hendak berlangsung, seolah-olah langit mendukung dan ikut bersedih.

Hujan deras pun sempat membuat acara ditunda terlebih dahulu.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian doa lintas agama.

Usai doa bersama, peserta Renungan Malam menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Kemudian prakata dari perwakilan Aremania dan Bonek.

Lilin yang berada di genggaam para pecinta bola pun dihidupkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved