Kerusuhan Arema vs Persebaya

Timnas Indonesia Terdampak Rusuh Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Nasib Piala Dunia U-20 Terancam

Timnas Indonesia terancam terdampak kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang (Tragedi Kanjuruhan)

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Bolasport.com
Aksi suporter Arema yang tidak puas karena timnya kalah dari Persebaya dalam laga Liga 1 2022, Sabtu (2/10/2022) malam. Aksi ini berujung kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga ratusan orang. 

TRIBUNKALTENG.COM - Timnas Indonesia terancam terdampak kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang (Tragedi Kanjuruhan).

Dikhawatirkan Kongres Luar Biasa FIFA (Federasi Sepak Bola dunia) akan menjatuhkan sanksi larangan bermain bagi Timnas Indonesia atau PSSI menggelar ajang sepak bola internasional usai tragedi yang hingga Minggu (2/10/2022) siang ini menelan korban jiwa sebanyak 130 orang (YLBHI bahkan menyebut 153 orang yang meninggal).

Seperti diketahui, Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Tragedi kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022) malam ini berpotensi dinilai melanggar FIFA Disciplinary Code, terutama Pasal 16 FIFA Disciplinary Code soal ketertiban dan keamanan di pertandingan.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan, Imbas Jatuhnya Korban Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya

Baca juga: Aksi Carlos Fortes Tertunda, PSIS Semarang Jawab Terkait Liga 1 Imbas Kerusuhan Arema Persebaya

Baca juga: Kesaksian Lihat Suporter Terinjak-injak di Arema vs Persebaya, Kapolda: Gas Air Mata Sesuai Prosedur

Mengutip Bolasport.com, berikut bunyi lengkap pasal 16 FIFA Discipline Code.

1. Klub tuan rumah dan asosiasi bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan baik di dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan. Mereka bertanggung jawab untuk insiden dalam bentuk apa pun dan dapat dikenakan tindakan disipliner dan arahan kecuali mereka dapat membuktikan bahwa mereka tidak lalai dalam cara dalam organisasi pertandingan. Secara khusus, asosiasi, klub dan perangkat pertandingan berlisensi yang menyelenggarakan pertandingan harus:

a) menilai tingkat risiko yang ditimbulkan oleh pertandingan dan memberi tahu badan FIFA dari mereka yang sangat berisiko tinggi;

b) mematuhi dan menerapkan aturan keselamatan yang ada (peraturan FIFA, hukum nasional, perjanjian internasional) dan mengambil setiap keselamatan tindakan pencegahan yang dituntut oleh keadaan di dalam dan di sekitar stadion sebelum, selama dan setelah pertandingan dan jika insiden terjadi;

c) memastikan keamanan ofisial pertandingan dan para pemain dan ofisial tim tamu selama mereka tinggal;

d) tetap memberi informasi kepada otoritas lokal dan berkolaborasi dengan mereka secara aktif dan
efektif;

e) memastikan bahwa hukum dan ketertiban dipertahankan di dalam dan di sekitar stadion
dan bahwa pertandingan diatur dengan benar.

2. Semua asosiasi dan klub bertanggung jawab atas perilaku yang tidak pantas di bagian dari satu atau lebih pendukung mereka seperti yang dinyatakan di bawah ini dan mungkin tunduk pada tindakan disipliner dan arahan bahkan jika mereka dapat membuktikan tidak adanya kelalaian sehubungan dengan organisasi pertandingan:

a) invasi atau upaya invasi ke lapangan permainan;

b) pelemparan benda;

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved