Kerusuhan Arema vs Persebaya

Mengenal Stadion Kanjuruhan Markas Arema, Tragedi 1 Oktober 2022 Lebih Parah dari 15 April 2018

Pada 15 April 2018 pernah terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, tetapi jumlah korban jauh lebih banyak terjadi pada 1 Oktober 2022

Editor: Dwi Sudarlan
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malanng usai Laga Liga 1 2022 Arema vs Persebaya, bukan kali pertama tragedi di stadion itu. 

TRIBUNKALTENG.COM - Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyebut korban meninggal dunia akibat kerusuhan usai laga Liga 1 2022, Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malam, Sabtu (1/10/2022) mencapai 127 orang.

Ini bukan kali pertama terjadi tragedi di markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan.

Pada 15 April 2018 pernah terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, tetapi jumlah korban jauh lebih banyak terjadi pada 1 Oktober 2022 malam tadi.

Kerusuhan usai Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang dipicu ketidakpuasan suporter tuan rumah akibat timnya kalah 2-3.

Baca juga: Innalillahi, Kerusuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kapolda: 127 Orang Meninggal

Baca juga: Kronologi Rusuh Arema vs Persebaya, Stadion Rusak, Suporter Meninggal Diduga karena Gas Air Mata

Baca juga: Ada Suporter Meninggal di Kerusuhan Arema vs Persebaya, Laga Persib vs Persija, PSIS Ditunda

Stadion Kanjuruhan Malang, dibangun mulai 1997 dengan biaya sekitar Rp 35 miliar.

Stadion yang kemudian menjadi markas Arema itu diresmikan Presiden (saat itu) Megawati Soekarnoputri pada pada 9 Juni 2004.

Sebelumnya, Arema bermarkas di Stadion Gajayana Malang.

Peresmian stadion ditandai laga uji coba di tengah musim Liga Indonesia Divisi I 2004 antara Arema melawan PSS Sleman.

Laga pertama di Stadion Kanjuruhan Malang itu berakhir untuk kemenangan Arema, 1-0.

Selama bermarkas di Stadion Kanjuruhan Malang, Arema pernah mengukir prestasi manis dengan menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Selain itu, di sini pula Aremania (suporter Arema) pernah mendapat penghargaan sebagai The Best Suporter di ajang Copa Indonesia 2006.

Tak berhenti di situ, pada 2010, panitia pelaksana (panpel) Arema di Stadion Kanjuruhan juga mendapatkan gelar Panpel Terbaik ISL 2009-2010.

Penghargaan ini diberikan setelah Panpel Arema mampu mencatatkan jumlah penonton terbanyak se-Asia Tenggara untuk musim kompetisi 2009-2010 dan 2010-2011.

Momen bahagia lainnya di stadion ini terjadi saat tim berjuluk Singo Edan ini meraih empat trofi juara turnamen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved