berita Palangkaraya

Prakiraan Cuaca di Kalteng, Seminggu Kedepan Curah Hujan Tinggi Warga Tetap Waspada Banjir

Prakiraan Cuaca di Kalteng berdasarkan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, seminggu kedepan curah hujan tinggi wilayah timur masuk kemarau.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Petugas pemadam kebakaran sedang menjinakan api yang membakar lahan di jalan Hiu Putih, Palangkaraya beberapa waktu lalu. Wilayah Kalteng bagian timur, seperti Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur. Daerah tersebut masuk kemarau. Prakiraan Cuaca di Kalteng berdasarkan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, seminggu kedepan curah hujan tinggi wilayah timur masuk kemarau.   

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Prakiraan Cuaca di Kalteng berdasarkan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, seminggu kedepan curah hujan tinggi wilayah timur masuk kemarau.

Diperkirakan cuaca dalam seminggu kedepan di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berpotensi curah hujan tinggi. 

Terkecuali wilayah Kalteng bagian timur, seperti Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur. Daerah tersebut masuk kemarau. 

"Secara umumnya wilayah Kalteng curah hujannya masih tinggi. Memang di timur Kalteng saat ini masih kemarau, sedangkan wilayah lainnya curah hujan cukup tinggi," kata Prakirawan, Renianata, Jumat (30/9/202).

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan Pasutri di Palangkaraya Ungkapkan Pelaku Bawa Parang & Tanpa Busana

Baca juga: UPDATE Kasus Pembunuhan Pasutri di Palangkaraya, Penyidik Periksa 15 Orang Berstatus Saksi

Baca juga: Lakalantas di Tambak Anyar Ulu, Pemotor Tewas PNS Puskesmas Simpang Empat II Kabupaten Banjar

Dia menjelaskan, jika dibanding dengan curah hujan bulan kemarin yang mengakibatkan beberapa wilayah banjir, curah hujan dalam minggu ini terpantau masih sama, tidak ada penurunan. 

Sehingga pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat tetap waspada akan potensi curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir, banjir, pohon tumbang dan luapan sungai. 

"Waspada dan berhati-hati akan dampak bencana yang ditimbulkan, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, petir dan pohon tumbang," jelasnya. 

Adapun suhu di Kalteng saat ini rata-rata 23-33 derajat celcius, kecepatan angin 10 km perjam, dan kelembaban udara 60-100 persen. 

Sementara itu, pihaknya juga menyinggung cuaca di wilayah timur Kalteng yang masih kemarau berpotensi kebakaran lahan atau hutan. 

"Di beberapa titik wilayah itu karenan kering tadi ditambah biasanya aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Kita tahu biasanya kan mumpung cerah, warga biasanya membakar lahan," ungkapnya.

Sehingga kebakaran lahan dan hutan masih menjadi ancaman di Kalteng. Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng mencatat dalam terakhir ini telah terjadi lima kasus kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya. 

Pada tanggal 25 September 2022, Karhutla terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Palangkaraya, yakni Jalan Hampapak Rindu dengan total lahan terbakar satu hektare dan Jalan Ketimpun Permai dengan 0,5 hektare.

Baca juga: Pasutri Pengedar Narkoba di Kotim Ditangkap, Berupaya Hilangan Barbuk Ketahuan Petugas & warga

Baca juga: Dampak Pasar Murah di Sampit, Sembilan Komoditi Alami Deflasi, Kotim Dapat Insentif Rp 10,5 Miliar

Baca juga: Dengan Berbagai Alasan Enam ASN Kotim Ajukan Pensiun Dini, Selama Bulan Januari-September 2022

Selanjutnya pada tanggal 26 September 2022, kejadian karhutla di Jalan Yos Sudarso, dengan total lahan terbakar 0,05 hektare. 

Pada tanggal 27 September 2022, kejadian karhutla di Jalan Viktoria dengan luas lahan terbakar 0,47 hektar dan Jalan Sinar Kahayan dengan luas 11,4 hektar. 

"Sampai saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait dengan maraknya kejadian karhutla. Dugaan sementara lahan sengaja dibakar untuk kegiatan pembukaan lahan," tegas Komandan regu pemadam kebakaran Dinas Kehutanan Kalteng, Supian. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved