Religi

Macam Larangan di Bulan Rabiul Awal, Buya Yahya Tegaskan Harus Berhusnudzon Kepada Allah SWT

Larangan-larangan di Bulan Rabiul Awal 1444 Hijriyah, Pendakwah Buya Yahya Tegaskan Harus Berhusnudzon kepada Allah SWT

Editor: amirul yusuf
YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya menjelaskan terkait Larangan-larangan di Bulan Rabiul Awal, Buya Yahya Tegaskan Harus Berhusnudzon kepada Allah SWT 

TRIBUNKALTENG.COM -  Pendakwah Buya Yahya memberikan penjelasan terkait larangan-larangan yang beredar di bulan Rabiul Awal.

Buya Yahya merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah tak memungkiri adanya mitos yang berkembang ketika memasuki bulan Rabiul Awal.

Dituturkan Buya Yahya, mitos atau larangan tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipercaya kaum muslimin.

Diketahui saat ini telah memasuki bulan Rabiul Awal 1444 Hijriyah atau bulan ke-3 sistem penanggalan Islam.

Baca juga: Contoh Amalan Malam Jumat, Ini Kata Ustadz Abdul Somad Terkait Hukum Membaca Yasin di Malam Jumat

Buya Yahya mengatakan ada sebagian orang yang menyebarkan mitos jika di bulan Maulid Nabi atau Rabiul Awal akan menyebabkan kesengsaraan.

"Beredar larangan di bulan Maulid Nabi, misalnya membangun rumah, memulai usaha di bulan Rabiul Awal bisa bangkrut atau celaka, yang percaya bangkrut dan yang tidak percaya untung," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Ia menambahkan bulan maulid adalah bulan pembuka, justru umat Islam senantiasa hendaknya berhusnudzhon kepada Allah SWT.

Percaya dan yakin kepada Allah bahwasanya di bulan Maulid Nabi Allah akan membuka sesuatu yang baik.

Buya Yahya menegaskan tidak ada bulan yang menyesatkan dan merugikan, rugi ketika kita melakukan maksiat.

Selain bulan Rabiul Awal, ada sejumlah bulan lainnya yang dianggap bulan sial misalnya Safar dan Zulkaidah yang dilarang untuk menikah.

Hal tersebut tidak benar, semua bulan dalam kalender Hijriyah baik dan bagus untuk menikah.

"Tidak ada bulan kejepit, kapit, sial, bulan beruntung semuanya, dan ingat, hadist qudsi, Allah berdasarkan bagaimana hamba-Nya menduganya," urai Buya Yahya.

Jikalau menduga bangkrut, maka akan terjadi bangkrut, kalau menduga untuk maka akan untung.

Keyakinan di suatu daerah di Indonesia yang mengatakan akan ada sesuatu terjadi misalnya jika nasi busuk atau gelas pecah, maka yang akan terjadi sesuai prasangka tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved