Berita Kaltara

Puluhan Ribu Hektare Sawah Rusak di Terjang Banjir Bandang di Krayan Nunukan, Rugi Miliaran Rupiah

Banjir bandang terjang wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara mengakibatkan kerugian miliaran rupiah disektor pertanian, puluhan ribu lahan rusak

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Lahan persawahan di Krayan, Nunukan, Kaltara rusak diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Banjir bandang terjang wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengakibatkan kerugian miliaran rupiah dari berbagai aspek.

Salah satunya adalah disektor pertanian di wilayah tersebut yang terjadi pada Senin (12/9/2022) lalu. Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman.

Menurutnya, hasil kaji cepat tim BPBD Nunukan, bencana banjir bandang di Krayan diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan terjadi beberapa hari secara berturut turut.

Arief Budiman menjelaskan, curah hujan yang tinggi dan berlangsung berhari-hari membuat luapan air sungai pada dua jalur yakni Sungai Pa’ra 1 dan Sungai Pa’ra 2.

"Kondisi tinggi muka air maksimal mencapai 4 meter dengan muatan material seperti kayu, ranting, lumpur dan pasir. Kemudian adanya pendangkalan Sungai Pa’ra1 dan Sungai Pa’ra 2," kata Arief Budiman, beberapa hari lalu.

Arief menyebut, adapun dampak yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang tersebut seperti merusak lahan persawahan masyarakat setempat seluas 30,36 hektare.

Baca juga: Banjir Bandang di Sintang, Fasilitas dan Perlengkapan Belajar SDN 18 Jelemuk Hanyut Tersapu Air

Baca juga: Dampak Banjir Bandang di Gadang Hampang Kotabaru, 100 Meter Aspal Jalan Ambles Terancam Putus

Lahan Sawah dengan kondisi rusak berat dan rusak sedang, terjadi di 5 desa wilayah Kecamatan Krayan.

Diantaranya Desa Wa’Laya (lokasi Terang Baru). Desa Pa’ Matung (lokasi Terang Baru). Desa Liang Biadung (lokasi Terang Baru). Desa Cinglat (lokasi Pa’Padi). Desa Pa’Padi (lokasi Pa’Padi).

"Banjir bandang itu merusak pematang persawahan masyarakat dengan panjang total 4.466 meter. Jaringan air bersih ikut terputus," ucapnya.

Kemudian perkiraan kerugian berdasarkan kerusakan tanaman padi yang berakibat petani gagal panen tahun ini sebesar Rp 848.099.482.

Selanjutnya perkiraan kerusakan terhadap pematang Sawah akibat banjir bandang sebesar Rp 446.600.000.

"Bila ditotal kerugian materi akibat banjir bandang di Krayan sebesar Rp1.294.699.482. Untuk korban jiwa tidak ada termasuk rumah yang terendam banjir," ujarnya.

Baca juga: 815 Jiwa Desa Pimping Bulungan Terdampak Akibat Diterjang Banjir Bandang Hingga 1,5 Meter

Arief mengaku upaya penanganan awal terhadap bencana banjir bandang sudah dilakukan BPBD Nunukan bersama aparat TNI-Polri, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak kecamatan, aparat desa, termasuk masyarakat setempat.

"Saat itu kami gotong royong membersihkan puing-puing seperti kayu dan ranting pada areal

persawahan yang terdampak. Lalu lanjut membersihkan puing-puing seperti kayu dan ranting di wilayah sungai," ungkap Arief. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Banjir Bandang Terjang Krayan Nunukan, BPBD Nunukan Mencatat Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved