Berita Palangkaraya

Pembunuhan di Palangkaraya, Anak Korban Trauma Mendalam, Menangis Lihat Jenazah Ayah & Ibunya

Kasus Pembunuhan di Palangkaraya mengakibatkan pasutri meninggal didalami polisi. Anak korban trauma mendalam, menangis lihat jenazah ayah & ibunya.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Pembunuhan di Palangkaraya. Dua jenazah pasangan suami istri atau pasutri korban pembunuhan saat disemayamkan di kamar jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus Pembunuhan di Palangkaraya mengakibatkan pasutri meninggal dengan cara sadis didalami polisi. Anak korban trauma mendalam, menangis lihat jenazah ayah & ibunya.

Anak dari korban pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) yang terjadi di Kota Palangkaraya mengalami traumatik mendalam, Minggu (25/9/2022).

Peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi di  Jalan Kenanga, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pihak kepolisian hingga kini masih memburu pelaku pembunuhan sadis tersebut yang masih buron.

Diketahui anak korban bernama Maya (17) sempat bertemu dengan pelaku sebelum pelaku membunuh kedua orang tuanya tersebut.

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Polisi Kumpulkan Alat Bukti Kasus Pasutri Dibunuh di Jalan Kenanga

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Sosok Pasutri Dikenal Baik Suka Menolong Oleh Tetangga dan Kerabat

Baca juga: NEWS VIDEO, Pembunuhan di Palangkaraya, Sang Anak Lolos dari Maut Keluar dari Pintu Belakang

Hal tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polresta Palangkaraya Kompol Ronny Marthius Nababan mewakili Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Budi Santosa.

“Saat kejadian Anak korban berhasil melarikan diri melalui pintu belakang rumah saat kedua orang tuanya dibunuh oleh pelaku,” terangnya, Minggu (25/9/2022).

Anak gadis tersebut yang kini tengah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) alam trauma akibat kejadian berdarah tersebut.

Bagaimana tidak, ia tak dapat melakukan apapun selain melarikan diri dan meminta pertolongan kepada tetangga saat kejadian.

Kejadian mengerikan tersebut pun ditakutkan mengganggu mental dan psikologis dari anak kedua korban.

“Anak korban hingga kini masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut,” jelas Kasatreskrim.

Kompol Ronny mengatakan Maya akan diberikan pendamping dari Unit-PPA Polresta Palangkaraya.

Anak korban diduga sempat melihat secara langsung pelaku sebelum menganiaya orang tuanya. 

“Karena kamar anak berada tepat di samping kamar orang tuanya. Sempat melihat seorang laki-laki yang kemudian melarikan diri,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved