Berita Palangkaraya

Pembunuhan di Palangkaraya, Anak Berhasil Selamatkan Diri, Minta Tolong Warga Bapaknya Ditikam

Pembunuhan di Palangkaraya, yang terjadi di Jalan Kenanga, menyisakan pilu bagi sang anak, dirinya sempat melarikan diri dan meminta tolong ke warga

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribun Kalteng/Pangkan Bangel
Pembunuhan di Palangkaraya, polisi membawa jenazah pasangan suami istri yang diduga dibunuh secara keji di Jalan Kenanga, Sabtu (24/9/2022) dinihari WIB. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Pembunuhan di Palangkaraya, yang terjadi di Jalan Kenanga, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyisakan pilu pada tengah malam 23.30 WIB, Jumat (24/9/2022) tadi malam,

Bagaimana tidak pasangan suami istri (pasutri) ditemukan warga berlumuran darah tak bernyawa disaksikan sang anak.

Beruntung sang anak yang berhasil melarikan diri meminta pertolongan kepada seorang warga bernama Kilat, yang mengatakan bapaknya ditikam orang.

"Anaknya datang ke salah seorang warga, bilang bapaknya ditikam orang, setelah itu kami bersama-sama ke rumah. Kami teriak dan ketok pintu tak ada jawaban," kata Ketua RT, Dally Tumbang, Sabtu (24/9/2022).

Merekapun meminta bantuan darurat, setelah petugas datang untuk menolong, dirinya sempat mendengar kata-kata dari korban laki-laki bernama Yendi namun sayang nyawanya tidak tertolong.

"Di bagian perut itu berdarah, saya dengar dari luar itu korban masih bernafas karena sempat berkata-kata," jelasnya.

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Ini Ciri-ciri Pelaku Aksi Sadis ke Pasutri, Tidak Ada Barang yang Hilang

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Pelaku Habisi Suami Istri di Saat Hujan, Anak Korban Lolos dari Maut

Posisi Ahmad Yendianor dan Fatnawati (45) yang sering dipanggil Ati berada di tempat yang berbeda.

Diduga Ati meninggal terlebih dahulu karena tubuh sudah kaku dan dingin.

Sementara itu, pasutri yang memiliki 2 orang anak perempuan, satu sudah menikah satu masih sekolah dan tinggal bersama mereka, kini kasusnya tengah diselidiki pihak kepolisian.

Jenazah dibawa menggunakan ambulan ke Ruang Kamboja RSUD Dr Doris Sylvanus, dilakukan visum et repertum oleh dokter forensik.

Pihak keluarga pun sudah merencanakan pemakaman hari ini di Tempat Pemakaman Umum Karanggan, habis dzuhur jika urusan dinilai sudah rampung.

"Rencana pemakaman hari ini juga karena mengingat ajaran agama Islam, mungkin habis dzuhur, bisa diberangkatkan di tempat istrinya di Palangka Sari, Murjani," beber Ponakan Yandi bernama Yus.

Dia mengisahkan, Yendi yang berumur kisaran 50 tahun diketahui ada penyakit stroke, sehingga menyebabkan kesusahan bekerja dimana dulunya dia seorang sopir, sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga.

Baca juga: Pembunuhan di Palangkaraya, Ada Sabetan Sajam di Jenazah Suami Istri Jalan Kenanga, Motif Misterius

"Kami tak menyangka, karena orangnya sangat baik, mohon doa nya semoga khusnul Khotimah dan pelaku segara ditangkap dan mendapatkan hukuman sesuai peraturan negara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved