Berita Kalbar

Mabes Polri dan Polda Kalbar Bongkar Praktik Ilegal Logging Modus Baru di Kalbar, 1 Orang Diamankan

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri dan Polda Kalbar ungkap praktik ilegal logging di Kabupaten Kubu Raya, 1 orang diamankan polisi

Editor: Sri Mariati
ILUSTRASI
ILUSTRASI. Mabes Polri dan Polda Kalbar ungkap praktik ilegal logging di Kabupaten Kubu Raya. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUBU RAYA – Kecurigaan praktik ilegal logging di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terendus oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Bersama Polda Kalbar praktik ilegal logging berhasil diungkap, walaupun praktiknya tergolong modus baru, hal tersebut bermula saat penggerebekan sebuah pabrik pengolahan kayu.

Penggerebekan pertama dilakukan di Pabrik pengolahan Kayu bernama CV Sumber Mandiri Abadi (SMA), Desa Teluk Bakung KM 46 Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Bertempat di lokasi tersebut, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan, pihaknya dari Polri sudah beberapa waktu terakhir melakukan penyelidikan terkait dugaan penggunakan hasil ilegal logging di pabrik tersebut.

Puncaknya pada 7 September 2022, tim dari Dittipidter Bareskrim Polri bersama Polda Kalbar menggrebek Saumik tersebut.

Baca juga: Tuntaskan 4 Perkara Ilegal Logging, Polres Melawi Sita Barang Bukti & Seret Tersangka Ke Pengadilan

Baca juga: Ilegal Logging di Kaltim, Dirpolairut Bakal Susur Hutan Menggunakan Helikopter

Dengan menemukan adanya dua truk yang mengangkut kayu olahan namun dengan dokumen yang tidak sah dari CV Rimbah Gemilang Indah (RGI).

Saat diperiksa kepolisian mendapati pada 5 September 2022, dokumen tersebut juga digunakan untuk bahan pengiriman kayu.

Sehingga CV RGI diduga melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, Bareskrim Polri menemukan adanya saling keterkaitan antara tiga perusahaan di kabupaten Kubu Raya, yakni CV Sumber Mandiri Abadi, CV Rimbah Gemilang Indah, dan CV Pusaka Danau Sentosa.

"Kalau dahulu Ilegal logging dilakukan secara terang-terangan, namun saat ini berkembang, para pelaku mensiasati dengan menggunakan dokumen, yakni perizinan dimanfaatkan oleh mereka,” ujar Pipit Rismanto.

Terangnya, pihak perusahaan saat ini tidak dilaksanakan implementasi sesuai aturan yang ada dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan kayu.

“Dengan modusnya menggunakan dokumen pengangkutan kayu olahan berupa surat keterangan sahnya hasil hutan kayu-kayu olahan secara berulang," tegasnya.

Hasil pemeriksaan 22 saksi, Kepolisian menetapkan seorang pria berinisial S yang merupakan pengendali ketiga perusahaan tersebut sebagai tersangka.

S diduga merupakan otak yang mengendalikan tiga perusahaan di Kabupaten Kubu Raya tersebut, untuk mengolah kayu hasil ilegal logging dari Kabupaten Ketapang dengan menggunakan dokumen yang tidak sebagaimana mestinya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved