Berita Kaltim

Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Sebakung Jaya PPU Kaltim Ditetapkan Jadi Tersangka

Terjerat kasus korupsi dana desa, Mantan Kepala Desa (Kades) Sebakung Jaya Penajam Paser Utara (PPU) Muhari, ditetapkan jadi tersangka

Editor: Sri Mariati
tcooklaw.com ilustrasi
Ilustrasi, Terjerat kasus korupsi dana desa, Mantan Kepala Desa (Kades) Sebakung Jaya Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) Muhari, ditetapkan jadi tersangka. 

TRIBUNKALTENG COM, PENAJAM – Terjerat kasus korupsi dana desa, Mantan Kepala Desa (Kades) Sebakung Jaya Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) Muhari, ditetapkan jadi tersangka.

Sebelumnya kasus korupsi pengadaan Lapangan bola di Desa Sebakung Jaya, melibatkan anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yakni Hambali beberapa waktu lalu, turut menyeret Muhari sebagai tersangka baru.

Hal itu diketahui melalui penetapan tersangka oleh Kejaksaaan Negeri Penajam Paser Utara (PPU) pada Kamis (22/9/2022) kemarin.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari PPU Mosezs Manullang mengatakan, Muharis sebagai Kepala Desa Sebakung Jaya pada saat itu, memangkas mekanisme birokrasi pemberian anggaran kepada pengguna anggaran.

Baca juga: Mantan Bupati HSU Abdul Wahid Divonis 8 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi dan Melakukan TPPU

Baca juga: Buron Kasus Korupsi Gorontalo Ditangkap di Kalsel, Kabur 6 Tahun Sembunyi di Kontrakan Tabalong

Ia langsung memberikan perintah kepada bendahara Desa Sebakung Jaya, untuk memberikan uang kepada Hambali, tanpa melalui Kaur atau Kasi terlebih dahulu.

Padahal, seharusnya sebelum mengeluarkan anggaran yang dalam hal ini merupakan dana desa, kaur atau kasi terlebih dahulu harus mengecek ke lapangan, sebelum mengeluarkan anggaran.

"Untuk kepala desa, dia kan selaku pengelola keuangan desa, dan dalam hal ini yang dia langgar terkait dengan jabatannya," ungkapnya Jumat (23/9/2022).

Saat ini, Muharis ditahan di Polres PPU hingga 11 Oktober 2022 sembari dilakukan penyidikan lanjutan.

"Namun jika penyidikannya belum selesai dapat diperpanjang sesuai ketentuan," lanjutnya.

Sebelumnya diketahui, korupsi dana desa melalui pengadaan Lapangan bola ini, terungkap saat Hambali melaporkan untuk membeli tanah timbunan.

Baca juga: Eksekusi Luhai Dilakukan di Rumah, Terpidana Korupsi Mantan Kades Bantan Sari Ditahan di Rutan

Namun, ternyata pengadaan tanah tersebut fiktif.

Perbuatan kedua tersangka itu, merugikan negara sebesar Rp571.38.813.

Serta dikenai pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU RI nomor 3 tahun 1999, Jo UU nomor 20 tahun tahun 2021 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 subsider pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999, Jo UU nomor 20 tahun 2001, Jo pasal 55 ayat 1 kitab UU pidana.

Ancaman hukumannya minimal 4 tahun atau paling lama 20 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp200 juta paling banyak Rp1 miliar. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Mantan Kepala Desa Sebakung Jaya PPU Muharis Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved