Berita Politik

Willy M Yoseph Disebut Bacalon Gubernur Potensial, Masyarakat Ingin Pemimpin Kalteng Lebih Bagus

Willy Midel Yoseph disebut-sebut di media sosial akhir-akhir ini menjadi bakal calon (bacalon) Gubernur 2024 yang potensial, pada pertarungan pilkada

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Willy Midel Yoseph saat menghadiri sosialisasi 4 pilar di IAHN TP, Palangkaraya, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Nama Anggota DPR RI Willy M Yoseph disebut-sebut di media sosial akhir-akhir ini, menjadi (bakal calon) bacalon Gubernur 2024 yang potensial.

Menanggapi itu, pria kelahiran Puruk Cahu, 1 Mei 1960 ini menuturkan hal tersebut wajar, karena dia merupakan orang yang sehari-hari bergelut dalam politik.

"Maka dari itu saya menyerahkan saja kepada masyarakat. Mereka tentu mendambakan dan menginginkan pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan," katanya, Kamis (22/9/2022).

"Saya melihat bahwa antusias masyarakat ingin pemimpin lebih bagus lagi sangat nampak, agar Kalteng tidak tertinggal listrik desa," tambah mantan Bupati Murung Raya tersebut.

Menurutnya, saat ini Provinsi Kalteng termasuk daerah yang tertinggal dalam listrik desa. Dia mencatat ada 450 lebih desa yang belum teraliri PLN.

Baca juga: Rakerda PDIP Kalteng, Optimistis Merahkan Bumi Tambun Bungai, Konsolidasi Kemenangan Pemilu 2024

Baca juga: Muhammad Mardiono Siap Hadapi Pemilu 2024 Usai Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa Dipecat

Hal itu menjadi kegelisahan masyarakat, pasalnya listrik merupakan sumber kebahagian, kecerdasan, kemakmuran.

Sebagai Anggota DPR RI yang meraup suara tertinggi dari fraksi PDIP, Willy M Yoseph menilai, belum masuknya listrik di ratusan desa karena faktor infrastruktur yang belum tersedia.

"Oleh karena itu kedepan, siapapun yang memimpin Kalteng, dapat memperhatikan aspirasi masyarakat mampu membawa perubahan, membangun kesejahteraan dan infrastruktur," jelasnya.

Selanjutnya, dia menilai saat ini masyarakat sudah tidak mau lagi dengan janji manis para pemimpin yang tidak mau berbuat banyak bagi keadilan dan kesejahteraan di Kalteng.

Baca juga: KPU Palangkaraya Prediksi 13 Ribu Lebih Pemilih Pemula pada Pemilu 2024 Mendatang

"Harus adil, tidak ada kepincangan antara wilayah Kalteng di bagian barat, timur, utara dan selatan. Antara minoritas mayoritas, kaya dan miskin," bebernya.

Dia berpesan agar pesta demokrasi 2024 ke depan para calon pemimpin tidak menghalalkan cara untuk menang. Seperti menggoreng isu politik identitas.

"Bahwa politik ini tidak boleh menghalalkan segala cara, salah satu yang paling dilarang itu menggunakan politik identitas dan isu SARA yang melemahkan bangsa ini," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved