Kotim Habairng Hurung

Masterplan Smart City di Kotim Siap Diterapkan, Tahap Awal Pemkab Prioritaskan Smart Economy

Masterplan Smart City di Kotim siap diterapkan, Pemkab memprioritaskan Smart Economy sebagai fokus awal penerapan program tersebut.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Multazam, saat menyampaikan program prioritas dalam implementasi rencana induk atau masterplan program Smart City di Kotim yakni penerapan Smart Economy sebagai fokus awal program tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Masterplan Smart City di Kotim siap diterapkan, pemkab memprioritaskan Smart Economy sebagai fokus awal penerapan program.

Dari 6 dimensi utama yang dipilih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim memprioritaskan Smart Economy sebagai fokus awal penerapan program tersebut.

“Berdasarkan arahan Bupati bawah dari 6 dimensi yang ada, beliau lebih fokus pada Smart Economy. Tentunya ada alasan, sehingga dalam beberapa kesempatan beliau mendorong Smart Economy menjadi bagian paling utama,” tutur Multazam sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) selaku leading sektor dalam penanganan program Smart City di Kotim, Kamis (22/9/2022).

Dalam penerapan Smart City ini ada 6 dimensi yang menjadi atensi Pemkab Kotim, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Living, Smart People, dan Smart Branding.

Baca juga: Wujudkan Smart City Kotim, Kini Memasuki Tahap Final Bimtek Penyusunan Masterplan dan Quick Win

Baca juga: Gerakan Menuju Smart City, Pemkab Kotim Laksanakan Bimtek Tahap III Bahas Program Unggulan

Baca juga: Sejalan dengan Smart City, Pemkab Kotim Dukung Gerakan Nasional 1000 Start Up Digital

Dari keenam dimensi tersebut, Smart Economy atau Ekonomi Cerdas dinilai paling dibutuhkan saat ini. Lantaran, sehubungan dengan situasi saat ini baik masyarakat maupun pemerintah membutuhkan dukungan dalam percepatan pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19.

Contoh dari penerapan Smart Economy dalam segi pembayaran cashless atau non tunai. Bukan berarti  pemerintah secara langsung melayani masyarakat, tapi bisnis yang melayani masyarakat juga penting.

Misalnya, ketika berbelanja di pasar menggunakan sistem cashless dengan harapan uang yang beredar itu bisa tercatat dengan baik.

Selain itu, dengan begitu pemerintah melalui perbankan bisa melakukan pemetaan tentang masyarakat di wilayah mana yang sudah aktif maupun belum menggunakan sistem cashless.

Kemudian, ditelusuri penyebab atau kendala yang dihadapi, selanjutnya dilakukan upaya untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan begini program yang diusung pemerintah bisa lebih efisien dan tepat sasaran.

“Pemetaan seperti ini penting agar program yang dijalankan itu tepat tujuan, tepat sasaran, dan tepat waktu dalam menyelesaikan problem yang ada,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kotim ini melanjutkan sesuai harapan Bupati Kotim H Halikinnor SH MM, melalui penerapan Smart Economy ini diharapkan akan memberikan efek atau dampak bagi penerapan program Smart lainnya yang tertuang dalam Masterplan Smart City.

Kendati demikian, ia menegaskan dengan menjadikan Smart Economy sebagai prioritas bukan berarti 5 dimensi lainnya tidak akan berjalan. Sebab itu mewujudkan Smart City itu adalah pencapaian ekosistem situasi kota secara keseluruhan.

Smart Economy tidak bisa berjalan kalau masyarakat cerdas (Smart People) tidak terwujud. Smart Economy juga tidak bisa berjalan jika tidak ada pemerintah cerdas (Smart Governance). Begitu pula dengan dimensi lainnya, artinya ada kesinambungan dalam setiap dimensi unggulan yang telah dipilih.

Baca juga: Cegah Kebakaran Permukiman di Sampit, Petugas Disdamkarmat Pemkab Kotim Intensifkan Patroli

Baca juga: TP PKK Kotim Juara 1 Tingkat Provinsi, Lomba Cipta Menu B2SA Wakili Kalteng Tingkat Nasional

“Jadi bukan hanya satu bagian, tapi semua tetap kami jalankan. Karena untuk mewujudkan Smart Economy itu sendiri butuh dukungan dari dimensi lainnya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang diperlukan dalam mendorong terciptanya Smart City di Kotim, yakni Sinergitas, integrasi, kolaborasi, dan berkelanjutan.

Smart City dapat terwujud dengan adanya komitmen dari seluruh jajaran pemerintah. Bukan hanya bupati, tapi kepala dinas, kepala bidang, hingga pengawas fungsional harus punya komitmen dan bersinergi dalam mewujudkan program ini. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved