Berita Kalbar

Ditemukan Alat Tambang di Longsoran PETI di Bengkayang, Walhi Kalbar Sebut Momen Tertibkan PETI

Tim SAR temukan alat tambang di lokasi longsoran di Perbatasan Bengkayang dan Sambas, Walhi Kalbarpun sebut insiden ini momentum penertiban PETI

Editor: Sri Mariati
Tangkapan layar
Longsor Lokasi PETI di Sambas Kalbar, sebanyak lima orang penambang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun longsor, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM – Pencarian dan evakuasi terhadap korban longsoran pertambangan emas tanpa izin (PETI) terus dilakukan tim SAR Gabungan, hingga Minggu (18/9/2022) lalu.

 Diantaranya Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Prajurit TNI AD dari kodim 1202/Skw yang tergabung dengan anggota Polres Bengkayang, Basarnas dan BPBD Bengkayang.

Di lokasi longsoran temukan alat pendulang dan mesin Dongfeng di lokasi Tambang ilegal Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, saat dilakukan pencarian secara manual pada pencarian korban.

Komandan Kodim 1202/Singkawang Letkol Kav I Nyoman Artawan mengatakan, dirinya bersama tim gabungan Polres Bengkayang, Basarnas dan BPBD Bengkayang mencari korban Tanah Longsor, dengan manual di lokasi PETI yang berbatasan wilayah Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.

"Kemarin dari pagi sampai sore, kita melakukan pencarian secara manual alat berat, tapi hasilnya nihil ditemukan korban baru, tapi kita temukan alat yang digunakan untuk mendulang dan mesin pompa atau yang biasa disebut dongfeng,"ungkapnya.

Dandim Nyoman juga menuturkan, pencarian manual hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa korban sudah tidak ada lagi dan memaksimalkan pencarian.

Baca juga: Longsor Lokasi PETI di Sambas Kalbar, 5 Orang Ditemukan Meninggal, Pencarian Terus Dilakukan

Tak hanya, terkait update korban meninggal dunia dalam peristiwa Tanah Longsor berjumlah 4 orang yakni Hermanus (41) warga Benawa Bakti RT/RW: 007/002 Desa Monterado,Kecamatan Monterado.

Mianto alias Oot (24) warga dusun pakucing I, RT. 001/RW. 001 Desa Gerantung Kecamatan Monterado, Bengkayang, Piko warga Dusun Sakataru, Sejaruk param Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang dan Tumin warga Dusun Selakau Tua Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas.

"Kita rapat jumlah korban meninggal bukan 5 orang hanya 4 saja, karena kita mendapat informasi korban yang di duga meninggal dunia itu ternyata setelah di cek, korban sedang kritis, jumlah korban selamat berjumlah 9 orang," ungkap Dandim Singkawang.

"Untuk barang-barang yang ditemukan saat dilokasi peristiwa Tanah Longsor, saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk di lakukan penegakan hukum, kita dari TNI hanya memberikan dukungan kemanusiaan," tutupnya.

Momen Penindakan PETI

Sementar itu Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalbar Hendrikus Adam menilai, insiden tanah longsor yang terjadi di lokasi PETI pertambangan liar jadi moment untuk melakukan penataan dan penindakan praktik pertambangan liar.

Menurutnya, peristiwa kecelakaan yang kerap terulang pada wilayah pertambangan selama ini mestinya dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi.

 “Dan langkah serius untuk melakukan penataan dan penertiban praktik penambangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan maupun sejumlah dampak buruk lainnya," kata Hendrikus Adam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved