Berita Kotim

Banjir di Kotim, Jaringan Terganggu Kades Kesulitan Perbaharui Laporan Kondisi Banjir

Banjir di Kotim. Sinyal terganggu serta jaringan telepon selular terbatas sebabkan pelaporan kondisi terkini banjir di Kotim terganggu.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. Camat Kotabesi untuk Tribunkalteng.com
Banjir di Kotim. Sinyal terganggu serta jaringan telepon selular terbatas sebabkan pelaporan kondisi terkini banjir di Kotim terganggu. 

BPBD merilis data bahwa di Kecamatan Kotabesi hanya tersisa 1 desa yang terdampak banjir, yakni Desa Hanjalipan.

Sedangkan, berdasarkan laporan kades pada pertemuan di kantor kecamatan hari ini diketahui total ada 6 desa yang masih terdampak banjir.

Yakni Desa Hanjalipan, Palangan, Rasau Tumbuh, Simpur, dan Pamalian tepatnya di Dusun Pamadauan.

“Jadi pada kenyataannya 6 desa yang sebelumnya dilaporkan banjir itu, ya masih terdampak. Memang agak surut, tapi belum sepenuhnya. Bahkan, kalau ada hujan lagi diperkirakan debit air akan kembali naik,” ujarnya.

Disisi lain, Kades Rasau Tumbuh, Syamsudin membenarkan pernyataan camat. Ia menyampaikan selama dua minggu terakhir wilayahnya terdampak banjir dan masih berlangsung hingga kini.

Banjir dengan kedalaman 70 cm - 1 meter dari permukaan jalan membuat sebagian rumah di wilayah itu terendam dengan kedalaman 10 cm - 30 cm dari permukaan lantai.

Bahkan, rumahnya juga termasuk yang terendam banjir.

“Dari total 120 rumah ada 80 rumah yang terdampak, melibatkan sekitar 100 kepala keluarga (KK). Saat ini aktivitas sebagian warga macet, seperti petani karet dan rotan, juga nelayan. Sisanya karyawan perkebunan kelapa sawit yang masih bisa bekerja,” kata Syamsudin.

Sejauh ini bantuan yang diterima adalah dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) terdekat, yakni total 140 paket sembako.

Namun, bantuan ini biasanya hanya bertahan kurang dari 1 minggu, maka dari itu pihaknya berupaya mengusulkan ke PBS lainnya agar mendapat bantuan.

Begitu juga disampaikan Kades Simpur, Khairil Anwar, bahwa banjir masih meliputi Desa Simpur.

Namun, kedalaman air naik turun terdampak dari air pasang sungai. Pada saat surut debit air berkisar antara 50-60 cm, tapi ketika air pasang debit air mencapai 1 meter dari permukaan jalan.

Akibatnya, lalu lintas kendaraan pun terganggu, khususnya untuk kendaraan roda dua tidak dapat melintas kecuali dibawa menggunakan perahu atau getek.

Baca juga: Relawan SDG Kalteng, Berharap Pemimpin Mendatang Manfaatkan Potensi Energi Baru Terbarukan

Baca juga: Kebakaran di Kalsel, Tiga Rumah di Jalan Hidayah Tanahbumbu Terbakar, Satu Orang Alami Luka Bakar

Baca juga: Miliki 16,8 Gram Narkoba Jenis Sabu, Pria Warga Jalan Jahri Saleh Banjarmasin Diamankan Petugas

“Jadi bukan kami tidak mau berkoordinasi langsung ke BPBD, tapi untuk berangkat dari desa ke Kota Sampit saja sulit. Jalanan putus akibat banjir,” tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved