Berita Kotim

Banjir di Kotim, Jaringan Terganggu Kades Kesulitan Perbaharui Laporan Kondisi Banjir

Banjir di Kotim. Sinyal terganggu serta jaringan telepon selular terbatas sebabkan pelaporan kondisi terkini banjir di Kotim terganggu.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. Camat Kotabesi untuk Tribunkalteng.com
Banjir di Kotim. Sinyal terganggu serta jaringan telepon selular terbatas sebabkan pelaporan kondisi terkini banjir di Kotim terganggu. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Banjir di Kotim. Sinyal terganggu serta jaringan telepon selular terbatas sebabkan pelaporan kondisi terkini banjir di Kotim terganggu.

Lebih dari 40 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum terjangkau sinyal seluler atau blank spot.

Kondisi ini rupanya menjadi masalah ditengah musibah banjir yang melanda Kotim saat ini.

Pasalnya, sejumlah kepala desa (Kades) kesulitan memperbaharui laporan terkait kondisi di wilayah masing-masing.

 “Memang kendala kami di beberapa desa masih blank spot. Inilah yang menyebabkan keterlambatan pengiriman data yang sering kami alami. Termasuk dalam laporan banjir, BPBD kan menerima data dari kami (kecamatan),” beber Gusti Mukafi, Camat Kotabesi, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Banjir di Kotawaringin Timur , Warga Huniannya Terdampak Banjir Berharap Program Relokasi Rumah

Baca juga: Banjir di Kotim Kalteng Mulai Surut, Tersisa 16 Desa yang Masih Terendam Air

Baca juga: Judi Dadu Gurak di Katingan, Gelar Perjudian di Rumah Duka Seorang Bandar Diamankan Polisi

Gusti melanjutkan, blank spot memang telah menjadi masalah lama yang berdampak pada kinerja pemerintah di desa yang bersangkutan.

Dari segi teknologi desa yang berada di wilayah blank spot masih tertinggal jauh dibanding desa yang sudah terjangkau jaringan seluler.

Ketika kebanyakan pemerintah desa (pemdes) sudah memiliki website masing-masing.

Sementara, pemdes di Kecamatan Kotabesi, seperti Desa Simpur, Rasau Tumbuh, Pamalian, Soren dan Hanjalipan, harus berjuang mencari lokasi yang terjangkau sinyal seluler hanya untuk mengirimkan laporan.

Lokasi yang terjangkau sinyal seluler biasanya berada di daerah perbukitan dan jauh dari pusat desa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved