Berita Kotim

Ruang Kelas SMPN 3 Sampit Terbakar, Diduga Akibat Kelalaian Pelajar Saat Praktek Membuat Briket

Ruang Kelas SMPN 3 Sampit Terbakar hingga, diduga Akibat Kelalaian Pelajar Saat Praktek Membuat Briket tidak berhati-hati.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok.Disdamkarmat untuk Tribunkalteng.com
Ruang Kelas SMPN 3 Sampit Terbakar hingga, diduga Akibat Kelalaian Pelajar Saat Praktek Membuat Briket tidak berhati-hati. Kondisi ruang kelas VII SMPN 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), gosong setelah nyaris terbakar secara total. Petugas Disdamkarmat mengatasi api yang membara sehingga bangunan sekolah tersebut dapat diselamatkan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Ruang Kelas SMPN 3 Sampit Terbakar, kebakaran diduga Akibat Kelalaian Pelajar Saat Praktek Membuat Briket.

Informasi terhimpun diduga akibat kelalaian pelajar salah satu ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nyaris menjadi abu, Minggu (18/9/2022).

Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi, membeberkan musibah itu terjadi sekitar pukul 13:00 WIB.

Tepatnya di ruang kelas VII SMPN 3 Sampit. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun dugaan sementara api berasal dari briket hasil praktek pelajar.

Baca juga: Jalan Lingkar Selatan Sampit Diperbaiki, 10 PBS Belum Setor Dana Konsorsium Terkumpul Rp2 Miliar

Baca juga: Stok Darah PMI Kotim Mengkhawatirkan, Hanya Cukup 2 Hari Memenuhi Kebutuhan Pasien RS

Baca juga: Kekerasan Seksual di Palangkaraya, Korban Anak di Bawah Umur Wajib Didampingi Hingga Persidangan

“Belum diketahui pasti penyebabnya, tapi dari informasi yang kami dapat ada beberapa pelajar yang membuat briket, jadi kemungkinan api disebabkan briket itu,” ujarnya.

Lanjutnya, pada saat kejadian kelas dalam kondisi kosong. Lalu, satpam atau penjaga sekolah melihat ada asap yang mengepul dari ruang kelas tersebut dan kemudian memeriksanya.

Menyadari api yang tersebut tak dapat ditangani sendiri, satpam itu pun melapor ke Disdamkarmat Kotim.

Kemudian, 10 personel Disdamkarmat Kotim meluncur ke lokasi untuk memadamkan api sebelum menjalar ke ruangan atau bangunan lainnya.

Dalam waktu beberapa menit api pun dapat dipadamkan. Namun, akibatnya dinding dan atap sekolah dinodai bekas gosong, serta beberapa mobiler yang berada di dekat pusat kebakarnya ikut terdampak.

“Kebetulan kejadian pada hari libur, jadi pada saat itu kondisi sekolah lengang dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, satpam SMPN 3 Sampit, Herman, mengungkapkan sebelum kejadian ada 4 pelajar yang datang ingin praktek membuat briket.

Ia pun sempat memperingatkan para pelajar tersebut, namun para pelajar itu mengaku ingin melakukan tugas sekolah.

“Bilangnya mau bikin briket. Entah disuruh guru atau tidak, saya tidak menanyakan. Sementara hari ini memang tidak ada aktivitas di sekolah, briketnya diletakan di dalam lemari. Entah apa pemicunya briket itu akhirnya terbakar,” tuturnya.

Herman pun tak dapat berkomentar banyak terkait kejadian tersebut, sembari menunggu tanggapan dari pihak sekolah yang pada saat itu tidak ada di tempat karena sedang libur.

Meski tak ada korban jiwa pada kejadian ini, namun kerugian yang disebabkan diperkirakan cukup besar.

Dan sementara ruang kelas tersebut tak dapat digunakan untuk proses belajar mengajar karena bagian plafon yang terdampak sebagian terlepas dan perlu untuk diperbaiki atau diganti. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved