Berita Kotim

Kenalkan Rukun Islam ke-5 Sejak Dini, 1.500 Anak TK RA Ikut Manasiki Haji di Islamic Center Sampit

Kenalkan rukun ke-5 Islam 1.500 anak TK maupun RA di Kabupaten Kotim mengikuti gebyar manasik haji cilik bertempat di Islamic Center Sampit

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
IGRA Kotim untuk Tribunkalteng.com
Rombongan anak TK RA di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan gebyar manasik haji di depan miniature ka’bah di Komplek Islamic Center Sampit. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kurang lebih 1.500 anak TK maupun RA di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti gebyar manasik haji cilik yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kotim.

Dengan memanfaatkan bangunan ka’bah mini yang ada di komplek Islami Center Sampit, Jalan Jenderal Sudirman km 3 Sampit.

Ketua IGRA Kotim, Idawati Ratmi, menuturkan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan pihaknya, namun karena pandemi Covid-19 kegiatan ini sempat vakum selama 3 tahun terakhir.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini kepada anak-anak yang beragama islam tentang rangkaian melaksanakan rukun Islam yang ke-5, yaitu menunaikan haji bagi yang mampu.

“Alhamdulillah, setelah sempat 3 tahun tertunda karena pandemi Covid-19 akhirnya hari ini bisa terlaksanakan kembali. Walaupun, masih ada berbagai kekurangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan pendidikan sejak usia dini sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Pendidikan yang diperlukan pun tak hanya tentang pengetahuan umum tapi juga keagamaan.

Baca juga: Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor Hadiri Manasik Haji 2022, Calon Haji Jamaah Kapuas 178 Orang

Baca juga: 146 Calon Jamaah Palangkaraya Manasik Haji 2022, 17 Juni Kloter Pertama Masuk Embarkasi Banjarmasin

Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk menggelar kegiatan ini lebih baik lagi kedepannya, sehingga ilmu yang ingin disampaikan kepada anak-anak bisa lebih optimal.

Mengenakan pakaian serba putih para anak yang ditemani orang tuanya tampak antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan manasik haji.

Pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan kondisi yang dibuat mirip keadaan aslinya di Tanah Suci Mekah.

Ketua Panitia, Mipro, membeberkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak kurang dari 3.000 orang, terdiri dari orang tua dan anak. Peserta ini berasal ada 14 RA dan 59 TK yang ada Kotim, baik dari dalam maupun luar Kota Sampit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved