Berita Palangkaraya

Tiga Bulan Terakhir, Satreskrim Polresta Palangkaraya Tangani 15 Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

Satreskrim Polresta Palangkaraya menangani setidaknya ada 15 kasus tindak asusila dan kekerasa seksual pada Anak di bawah umur kurun waktu 3 bulan

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kasatreskrim Polresta Palangkaraya, Kompol Ronny Marthius Nababan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Seolah tak ada habisnya, para predator terus mengintai melakukan tindak pidana kekerasan dan asusila pada Anak di bawah umur di Kota Palangkaraya.

Tindakan tersebut tak hanya dilakukan oleh orang yang tak dikenal, bahkan kerap kalo orang dekat pun menjadi pelaku yang dominan dari kasus tersebut.

Melihat fenomena tersebut, Kasatreskrim Polresta Palangkaraya Kompol Ronny Marthius Nababan, memberikan imbauan pada para orang tua.

“Kepada seluruh orang tua yang memiliki anak perempuan dimohon untuk meningkatkan lagi kewaspadaannya,” pintanya, Jumat (16/9/2022).

Dia membeberkan dalam waktu kurun waktu 3 bulan di 2022 ini, ada 15 kasus yang mereka tangani berdasarkan laporan yang masuk.

Selama 3 bulan terakhir, kasus yang tercatat sedikitnya 15 kasus tindak pidana pencabulan terhadap Anak di bawah umur yang ditangani oleh Satreskrim Polresta Palangkaraya,” tegas Kompol Ronny Marthius Nababan.

Baca juga: Miris, Bocah Umur 4 Tahun Jadi Korban Tindak Asusila oleh Remaja 15 Tahun di Samarinda Kaltim

Baca juga: Cabuli Anak Usia 8 Tahun Saat Belajar Mengaji, Santri Diringkus Satreskrim Polresta Palangkaraya

Ia melanjutkan, jangan meninggalkan anak tanpa pengawasan orang tua atau pun keluarga.

“Dari situlah kesempatan akan muncul niat-niat jahat pelaku kejahatan seksual,” ungkap Kompol Ronny.

Pasalnya kejahatan seksual terhadap anak bisa dilakukan oleh siapapun, terutama yang mendapat akses terhadap korban.

“Entah itu oknum guru atau guru pribadi, jangan tinggalkan anak sendirian tanpa pengawasan,” tuturnya.

Seperti yang terjadi pada kasus baru ini, seorang oknum guru ngaji cabuli seorang Anak di bawah umur yang masih berusia 8 tahun.

Baca juga: Kepala UPT PPA Kalteng Sebut Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Terbanyak di Gumas dan Kotim

Yang mana kejadian terjadi saat pelaku berinisial GD (19) tengah mengajar ngaji.

Diketahui pelaku berasal dari Jawa dan sedang dalam program magang dan ditempatkan di Kota Palangkaraya.

Dengan adanya hal tersebut, kini menambah daftar hitam tindak pidana pencabulan Anak di bawah umur. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved