Berita Palangkaraya

Retribusi Uji KIR Dishub Palangkaraya Naik, Menyesuaikan Perda Baru, Ini Daftar Tarif Lengkapnya

Retribusi uji KIR Dishub Palangkaraya naik menyesuaikan dengan peraturan daerah (Perda) yang baru nomor 6 tahun 2022, sehingga biaya naik.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Seorang petugas Dinas Perhubungan sedang memelakukan pengecekan surat KIR sebuah kendaraan di Terminal WA Gara, Palangkaraya beberapa waktu lalu. Retribusi Uji KIR Dishub Palangkaraya Naik menyesuaikan dengan Perda nomor 6 tahun 2022 menggantikan peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Retribusi Daerah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Retribusi Uji KIR Dishub Palangkaraya Naik, menyesuaikan dengan Perda nomor 6 tahun 2022 menggantikan peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Retribusi Daerah

Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya mengumumkan tarif baru retribusi uji KIR. Diketahui biayanya mengalami kenaikan dari sebelumnya, yang diatur dalam Peraturan Daerah. 

Dikatakan Kadishub Palangkaraya Alman P Pakpahan, Peraturan daerah nomor 6 tahun 2022 menggantikan peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Retribusi Daerah. 

"Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor atau Uji KIR akan disesuaikan dengan Perda Baru nomor 6 tahun 2022," kata Alman Pakpahan, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Tindaklanjuti Keluhan Warga Parkir di ATM Dipungut, Dishub Palangkaraya Tempel Stiker Gratis Parkir

Baca juga: Bayar KIR di Palangkaraya Bisa Menggunakan Kode QRIS, Begini Caranya

Baca juga: NEWS VIDEO, Tak Bawa Kartu KIR 80 Sopir Angkutan di Palangkaraya Ditilang

Adapun tarif biaya retribusi jasa uji mengalami kenaikan yang signifikan, mobil bus kapasitas duduk hingga 13-25 kursi menjadi Rp 105 ribu, naik Rp 45 ribu. Kapasitas 26 kursi ke atas Rp 150 ribu naik Rp 50 ribu. 

Mobil Barang dengan berat kotor hingga 3.500 kg dibandrol Rp 95 ribu, naik Rp 45 ribu. Berat 3.501-8.000 kg dibandrol Rp 105 ribu, naik Rp 45 ribu. 

Selanjutnya, berat 8.001-14.000 kg kini dibandrol Rp 150 ribu, naik Rp 50 ribu dan berat 14.000 ke atas dibandrol Rp 200 ribu naik Rp 50 ribu. 

Mobil Penumpang roda 4 dipatok Rp 95 ribu sebelumnya Rp 35 ribu. Sedangkan roda 3 dipatok Rp 30 ribu sebelumnya Rp 20 ribu. 

Untuk kereta gandeng, kini dikenakan biaya sebesar Rp 130 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu, sementara Kendaraan khusus dikenakan biaya Rp 200 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu, lalu kereta tempelan dikenakan biaya Rp 130 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu. 

Sedangkan, biaya administrasi, dalam Perda baru menetapkan biaya tanda bukti lulus 1 set Rp 25 ribu dan numpang uji Rp 25 ribu. 

Biaya pemeriksaan fisik penghapusan kendaraan, dari mobil bus ,mobil barang, mobil penumpang umum, kereta gandeng, kereta tempelan, kendaraan khusus, dikenakan biaya Rp 50 ribu dan kendaraan bermotor roda dua dan tiga dikenakan biaya Rp 40 ribu. 

Sedangkan biaya retribusi uji ulang, dari mobil bus dan barang dikenakan biaya Rp 40 ribu. Kereta Gandengan, Kereta Tempelan, dan kendaraan khusus dikenakan biaya Rp 50 ribu. 

Mobil penumpang umun roda empat dikenakan biaya Rp 30 ribu dan roda tiga dikenakan biaya Rp 25 ribu. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved