Berita Palangkaraya

Harga Bahan Pokok Palangkaraya Fluktuatif, Atasi Inflasi Tiap Kelurahan Digelar Operasi Pasar Murah

Harga Bahan Pokok Palangkaraya Fluktuatif, sedangkan mengatasi terjadinya inflasi tiap Kelurahan digelar Operasi Pasar Murah bahan pangan & Elpiji.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Seorang penjual bahan pokok di Pasar Kahayan saat menunggu pembeli. Harga Bahan Pokok Palangkaraya Fluktuatif, sedangkan untuk mengatasi terjadinya inflasi tiap Kelurahan digelar Operasi Pasar Murah bahan pangan dan Elpiji. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harga Bahan Pokok Palangkaraya Fluktuatif,  sedangkan untuk mengatasi terjadinya inflasi tiap Kelurahan digelar Operasi pasar murah bahan pangan dan Elpiji.

Sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kota Palangkaraya mengalami kenaikan harga pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dipengaruhi faktor cuaca. Namun, ada juga sebagian bahan pangan yang mengalami penurunan harga seperti barang merah.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangkaraya Amandus Frenaldy melalui Kabid Perdagangan Hadriansyah. 

"Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga. Karena ongkos angkut naik dampak kenaikan BBM dan gagal panen," kata Hadriansyah, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Pasar Murah Bahan Pangan Kotim, Kerjasama Pemkab & BI Kalteng Diserbu Kalangan Emak-emak

Baca juga: Pasar Murah di Kotim Disambut Antusias Warga Sampit, Untuk Tekan Angka Inflasi Pangan Kalteng

Baca juga: Pasar Murah bahan Pangan Kotim, Digelar di 3 Lokasi Sebanyak 2000 Kupon Paket Sembako Ludes

Adapun bahan pokok yang mengalami kenaikan adalah, Beras Karang Dukuh harganya menjadi Rp 18 ribu per kg naik Rp 2 ribu, daging ayam Rp 42 ribu per kg naik Rp 3 ribu. 

Selanjutnya, Cabai Merah Keriting harganya saat ini menjadi Rp 95 ribu per kg naik Rp 5 ribu dan Cabai Rawit Rp 100 ribu per kg naik Rp 10 ribu di Pasar Kahayan. 

Kendati demikian, bahan pokok Bawang Merah justru mengalami penurunan harga, semula harganya Rp 40 ribu sekarang menjadi Rp 35 ribu per kg. 

Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok yaang tidak wajar picu inflasi, Pemerintah Kota Palangkaraya melalui DPKUKMP menggelar operasi pasar sembako murah dan elpiji di setiap Kelurahan. 

Perpaket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, mie goreng 4 bungkus. Dijual dengan harga Rp 100 ribu, lebih murah dari harga sebelumnya Rp 140.200.

Untuk pengisian ulang elpiji 3 Kg dibandrol Rp 22 ribu, elpiji 5,5 Kg dibandrol Rp 107 ribu, dan elpiji 12 Kg harganya Rp 228 ribu. 

Selain menekan laju Inflasi, kegiatan tersebut diharapkan warga dapat merasakan harga sembako dan elpiji yang murah sehingga membantu perekonomian keluarga. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved