Berita Kotim

SMP Perintis Telawang Kotim, Sempat Tiga Tahun Vakum Kini Kembali Beroperasi Jadi SMP Negeri 1

SMP Perintis Telawang Kotim, berada di Kecamatan Telawang pecahan Kecamatan Kotabesi. Sempat 3 Tahun Vakum Kini Kembali Beroperasi Jadi SMP Negeri 1.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
SMP Perintis Telawang Kotim, berada di Kecamatan Telawang pecahan Kecamatan Kotabesi. Sempat 3 Tahun Vakum Kini Kembali Beroperasi Jadi SMP Negeri 1. Bupati H Halikinnor SH MM saat meninjau ruang kelas di SMP Negeri 1 Telawang yang baru diresmikan. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - SMP Perintis Telawang Kotim, berada di Kecamatan Telawang pecahan Kecamatan Kotabesi. Sempat 3 Tahun Vakum Kini Kembali Beroperasi Jadi SMP Negeri 1.

Sejak tahun 2019 SMP Perintis di Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  yang merupakan sekolah swasta berhenti beroperasi. Selama kurang lebih sudah 3 tahun tidak ada SMP yang aktif di wilayah tersebut.

Namun, kini SMP Perintis tersebut beroperasi kembali, bahkan berganti status menjadi SMP Negeri.

Hal ini ditandai dengan acara peresmian SMP Negeri 1 Telawang di Desa Sumber Makmur tersebut oleh Bupati H Halikinnor SH MM.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran pejabat daerah dan tentunya Camat Telawang beserta seluruh tokoh masyarakat dan swasta setempat.

Baca juga: Karyawan Swasta di Kotim Meninggal Kecelakaan, Kendarai Motor Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Baca juga: Kendalikan Inflasi Kalteng Sektor Pangan, Bank Indonesia dan TPID Melaksanakan Program GNPIP

Baca juga: TP PKK Kotim Ciptakan Menu B2SA, Manfaatkan Bahan Pangan Lokal Pengganti Beras dan Terigu

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SMP Negeri 1 Telawang. Ini merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Telawang, terutama Desa Sumber Makmur dan desa-desa sekitarnya, termasuk perusahaan,” ucap Halikinnor, Kamis (15/9/2022).

Pasalnya, SMP tersebut berdiri pada tahun 1999. Merupakan bangunan yang dihibahkan pemerintah daerah kepada masyarakat setempat, makanya disebut sebagai SMP Perintis.

Awalnya hanya ada 7 murid di sekolah itu, sampai akhirnya mencapai ratusan.

Namun, karena suatu kendala pada tahun ajaran 2018/2019 sekolah itu pun akhirnya ditutup.

Sejak saat itu, anak-anak yang lulus Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat  hanya memiliki dua pilihan, yakni bersekolah di kecamatan tetangga yakni Kecamatan Kotabesi, yang jaraknya cukup jauh atau berhenti melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved