Kotim Habaring Hurung

Pekan Pembayaran PBB P2 Bapenda Kotim, Hindari Denda Wajib Pajak Diminta Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Pekan Pembayaran PBB P2 Bapenda Kotim di gelar sekaligus meminta warga hindari denda, Warga Diingatkan bayar pajak sebelum jatuh tempo.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
Pekan Pembayaran PBB P2 Bapenda Kotim. Bupati H Halikinnor SH MM, menunaikan kewajiban pembayaran pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan (PBB P2) di mobil layanan Bapenda Kotim. Ia ingin memberikan contoh bagi masyarakat agar patuh dan taat dalam pembayaran pajak sebagaimana seharusnya warga Indonesia yang baik. 

“Harapan kami semua masyarakat aktif dan taat membayar pajak, karena dari pajak inilah kita bisa membangun daerah. Tadi sudah disampaikan batas temponya 30 September 2022, jadi jangan kaget kalau setelah itu akan ada denda 2 persen,” katanya.

Orang nomor satu di bumi habaring hurung ini pun turut mengimbau seluruh warga yang terkena wajib pajak untuk menunaikan kewajiban masing-masing.

Apalagi kini dengan inovasi yang dilakukan Bapenda Kotim, pembayaran pajak bisa dilakukan via online menggunakan aplikasi Smart Tax Kotim yang bisa diunduh melalui smart phone masing-masing.

“Dengan aplikasi itu pembayaran pajak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, selama ada jaringan internet. Jadi tidak ada lagi alasan tidak bisa membayar pajak karena tidak ada waktu dan sebagainya,” tegasnya.

bersama kita bisa broror
Pekan Pembayaran PBB P2 Bapenda Kotim.  Kepala Bapenda Kotim, Ramadansyah, menjelaskan terkait acara pekan pembayaran pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan (PBB P2) yang digelar di halaman kantor Bapenda Kotim. Pasalnya, acara ini digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang kewajiban bayar PBB P2 sebelum batas tempo 30 September 2022.

Ia menambahkan, dengan membayar pajak artinya masyarakat telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia yakin dengan luasan wilayah Kotim dibanding objek pajak maka pembangunan daerah ini bisa lebih maju lagi, asalkan semua yang terkena wajib pajak patuh dan taat menjalankan kewajiban pajak.

“Kalau semua memenuhi pajak, Insyaallah keuangan daerah kita akan besar, pembangunan lancar, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved