Berita Palangkaraya

Vonis Ringan dan Bebas Kasus 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi, Ini Kata Ketua Harian DAD Kalteng

DAD Kalteng tak puas atas vonis hakim perkara jin buang anak terdakwa Edy Mulyadi ringan dan bebas hal itu diungkapkan Ketua Harian DAD Kalteng

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia Embang saat menghadiri aksi damai di Tugu Soekarno, Palangkaraya, menyampaikan aspirasi atas pernyataan Edy Mulyadi CS yang meresahkan masyarakat Kalteng, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak puas atas vonis hakim terhadap terdakwa Edy Mulyadi 7 bulan 15 hari, yang terbukti bersalah melalui pernyataan jin buang anak.

Melalui Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia Embang menuturkan, pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat Dayak Kalteng bahkan nasional terkait vonis Edy Mulyadi.

"Aspirasi masyarakat Dayak memandang vonis Edy Mulyadi sangat melukai. vonisnya 7 bulan 15 hari, jadi seolah-seolah itu sepele saja. Padahal menyangkut harga diri dan maratabat masyarakat Dayak se Kalimantan," kata Andrie Elia Embang, Selasa (13/9/2022).

Dia berharap, jaksa dapat menempuh langkah hukum berikutnya, agar mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, bagi masyarakat Dayak yang merasa telah dihina oleh pernyataan Edy Mulyadi.

"Semoga saja Jaksa bisa banding, pada saat nanti pengadilan tinggi dapat memutuskan putusan yang seadil-adilnya, untuk memberi ketentraman kepada masyarakat Dayak," harapnya.

Baca juga: Edy Mulyadi Jin Buang Anak Divonis 7,5 Bulan & Bebas dari Penjara, Massa Adat Dayak: Tidak Adil!

Baca juga: Sidang Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Tetap Ngotot Tidak Bersalah, Sebut Dakwaan Jaksa Hanya Pesanan

Andrie Elia yang juga mantan Rektor UPR (Universitas Palangkaraya) menyebutkan sedang melakukan konsolidasi bersama masyarakat Dayak di Kalteng, agar gejolak dapat diredam.

Becermin awal kasus tersebut mencuat, ratusan masyarakat Dayak menggelar unjuk rasa menuntut Edy Mulyadi, memenuhi depan Kantor DPRD Kalteng.

Bahkan saat putusan sidang, sempat diwarnai kericuhan saat sejumlah masyarakat Kalimantan, yang tergabung dalam Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) tidak terima dengan putusan majelis hakim.

Massa yang hadir dalam persidangan itu memprotes putusan hakim yang memerintahkan Edy Mulyadi untuk segera dikeluarkan dari tahanan.

Baca juga: Hari Ini Edy Mulyadi Jalani Sidang Perdana Kasus Jin Buang Anak Setelah Jalani Tahanan 4,5 Bulan

"Kita sedang melakukan konsolidasi, menentramkan masyarakat. Prinsipnya melalui proses jalur hukum negara yang sah, ada banding dan lain-lain," bebernya.

Putusan majelis hakim ini jaug lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), agar Edy Mulyadi divonis 4 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 15 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved