Berita Kotim

Tiap Tahun Langganan Banjir, 17 Desa di 7 Kecamatan di Kotim Terdampak, Berikut Daftar Namanya

Hingga saat ini setidaknya ada 17 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak banjir kian meluas, berikut daftarnya

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Banjir yang terjadi di wilayah hulu Kotim sudah sepinggang orang desa di 17 desa di 7 kecamatan di Kotim. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Hingga saat ini setidaknya ada 17 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak banjir kian meluas dari Wilayah Utara Kotim.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotim, Rihel, menjelaskan musibah banjir ini meluas lantaran mengikuti siklus aliran air sungai.

Yakni, jika di wilayah hulu banjir otomatis di wilayah hilir yang berada di dataran yang lebih rendah juga akan banjir.

Kondisi ini terjadi setiap tahun, khususnya pada saat musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

“Kalau pengalaman dari tahun-tahun lalu kalau daerah hulunya banjir otomatis yang di daerah hilir juga akan terdampak, walaupun sebenarnya di hilir ini tidak ada hujan. Karena airnya mengalir,” ujarnya.

Karena siklus tersebut hanya selisih dua hari jumlah desa yang terdampak banjir bertambah dari 12 desa di 4 kecamatan menjadi 17 desa di 7 Kecamatan.

Baca juga: Banjir di Kotim Meluas, 17 Desa di 7 Kecamatan Terendam, Wabup Terjun Langsung Salurkan Bantuan

Baca juga: Banjir di Kalteng, Jalan Bukit Rawi Banyak Berlubang Pengendara yang Melintas Berhati-hati

Yakni, di Kecamatan Antang Kalang yang terdampak banjir di Desa Tumbang Ngahan, Sungai Puring, Tumbang Kalang, Tumbang Hanya dan Tumbang Manya.

Lalu Kecamatan Telaga Antang di Desa Rantau Katang. Kecamatan Bukit Santuai di Desa Tumbang Penyahuan dan Tumbang Tilap.

 Kecamatan Mentaya Hulu di Kelurahan Kuala Kuayan. Kecamatan Parenggean di Desa Bajarau, Barunang Miri, Manjalin, Kabuau, Tehang, dan Kelurahan Parenggean.

Kecamatan Kotabesi di Desa Hanjalipan, dan Desa Pundu di Kecamatan Cempaga Hulu.

Ia melanjutkan, walaupun jika melihat dari jumlahnya desa yang terdampak banjir bertambah, namun ada juga desa yang sudah mulai surut namun digantikan oleh desa yang berada di bawahnya atau dataran rendah.

Contohnya di Kecamatan Bukit Santuai sebelumnya dilaporkan Desa Tewai Hara yang terendam banjir, namun saat ini banjir berangsur-angsur berpindah ke Desa Penyahuan dan Desa Tumbang Tilap. Jadi ada yang surut dan ada pula yang baru banjir.

Baca juga: Banjir di Kalteng, BMKG Palangkaraya Sebut Puncak Hujan di Desember 2021 Hingga Februari 2022

Sedangkan, untuk jumlah Kepala Keluarga (KK), jiwa, dan fasilitas umum yang terdampak banjir belum dapat diutarakannya lantaran masih dalam proses rekap data, dan ada beberapa desa maupun kecamatan yang belum melaporkan kondisi banjir di wilayah masing-masing.

Terkait bantuan paket sembako, pihaknya menyediakan sekitar 300 paket sembako yang sebagian sudah disalurkan ke warga yang terdampak banjir.

Rencananya penambahan paket sembako akan dilakukan setelah penetapan status tanggap darurat banjir yang dirapatkan pada hari ini, Senin (12/9/2022).

Selain itu, Pemkab Kotim mengharapkan partisipasi PBS dan masyarakat untuk membantu warga yang terdampak banjir. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved